RADARSOLO.COM - Tim Damkar Satpol PP Kabupaten Boyolali menangani tiga titik lokasi kebakaran lahan sekaligus dalam satu hari, Selasa (25/8/2026).
Tersebar di Kecamatan Klego, Ngemplak, serta Kota Boyolali.
Insiden pertama dilaporkan terjadi pada dini hari pukul 01.47 WIB di Dukuh Tembok RT 12 RW 04, Desa Karanggatak, Kecamatan Klego.
Saksi Safrudin melihat kobaran api saat hendak berangkat ke pasar dan langsung menghubungi petugas.
Baca Juga: Komitmen Terhadap Pembangunan Daerah, Dua Cawabup Klaten Siap Hadapi Pemilihan di DPRD
Regu 03 dengan 1 unit armada Water Supply dikerahkan ke lokasi hingga api berhasil dipadamkan.
Selanjutnya, dua lokasi kebakaran dilaporkan terjadi secara bersamaan pada pukul 11.00.
Titik kebakaran kedua terjadi di Kedungupit, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak.
Kobaran api mulanya berasal dari tumpukan sampah yang kemudian merembet dan membesar mendekati kawasan perumahan di sebelah timur.
"Melihat api semakin besar dan mendekat ke perumahan, warga segera melapor ke Damkar," terang Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono.
Baca Juga: Penjelasan BKPSDM Wonogiri Soal Kabar Guru PPPK Penuh Waktu Bisa Jadi PNS
Pada jam yang sama, kebakaran ketiga melanda Dusun II Barat Terminal Baru, Penggung, Kecamatan Boyolali.
Sumber api berasal dari tumpukan limbah kayu lapis yang merembet ke rumpun bambu serta lahan kering, hingga kepulan asap tebal masuk ke kawasan pemukiman.
Merespons dua laporan masuk pada jam yang sama, Regu 01 Damkar Boyolali langsung diterjunkan menuju kedua lokasi tersebut untuk melakukan pemadaman.
"Melihat api semakin besar dan mendekat ke sebelah utara karena ada permukiman dan banyaknya balita, Damkar langsung bergerak," tambah Supriyono.
Baca Juga: Dikira Elang Jawa, Burung Hasil Evakuasi Tim Damkar Klaten Ternyata Burung Langka Sikep Madu Asia
Atas maraknya kejadian tersebut, Supriyono mengimbau seluruh warga menghentikan kebiasaan membakar sampah maupun limbah secara sembarangan, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.
"Api kecil dari sampah atau kayu bisa cepat membesar dan merembet ke lahan kering serta pemukiman. Jika melihat titik api segera laporkan ke Damkar terdekat," pungkas Supriyono. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com