Sumur Desa Mengering, Warga Ngaren Juwangi Boyolali Tempuh 2 Km Menembus Hutan demi Air

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:07 WIB
AIR
Warga Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, Boyolali mengambil air dari sumur di dalam hutan desa setempat. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM - Dampak kemarau panjang memicu krisis air bersih di Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, Boyolali.
Guna memenuhi kebutuhan harian, warga terpaksa berjalan menembus hutan milik Perhutani untuk mengambil air dari sumur resapan yang tersisa.

Setiap hari, warga menyusuri jalan setapak yang terjal berjarak sekitar 2 kilometer dari permukiman.

Baca Juga: Truk Pasir Dihantam KA Malabar di Jogonalan Klaten, Belasan Perjalanan KA Terlambat

Adiyanto, warga Desa Ngaren mengungkapkan, krisis air bersih ini terjadi selama dua bulan terakhir.

“Di sini kita sudah jadi rutinitas cari air bersih (saat kemarau). Khususnya daerah Ngaren di bulan-bulan ini kekurangan air,” jelasnya.

Sumur di kawasan hutan Perhutani menjadi jujukan warga pada pagi dan sore hari.

Meski sudah ada bantuan dropping air bersih, alokasinya belum mencukupi untuk kebutuhan harian warga.

Warga lainnya, Nur, menambahkan, jarak pencarian air di dalam hutan berpotensi semakin jauh apabila musim kemarau bertahan hingga September.

“Sejak bulan lalu (kekeringan). Kalau di desa tidak ada (air), kami carinya di hutan,” kata Nur.

Kepala Desa Ngaren Budiyono menjelaskan, pemerintah desa telah berupaya membangun sumur bor.

Namun jumlahnya belum mencukupi untuk menjangkau seluruh warga.

Baca Juga: Siapa Andy Harjito? Ini Statistik Gol dan Asal Klub Striker Baru Persis Solo di Liga 2 Tersebut

"Masih ada ratusan hingga ribuan jiwa yang mengalami krisis air bersih," tuturnya.

"Dengan kondisi itu, pemerintah desa berupaya mencarikan bantuan dropping air bersih dari berbagai pihak. Termasuk BPBD, PMI, relawan, dan sejumlah instansi lainnya. Meski demikian, memang tidak bisa setiap hari melakukan dropping air bersih," ungkap Budiyono.

Ia berharap penyaluran bantuan air bersih terus mengalir hingga musim penghujan tiba.

Sekaligus mengandalkan dukungan Pemkab Boyolali untuk pembuatan sumur bor permanen. (fid)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
juwangi boyolali hutan kemarau kekeringan krisis air bersih