Cegah Bahaya Karhutla, BTNGMb Tutup Sementara Jalur Pendakian Thekelan Gunung Merbabu

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 16:15 WIB
Ilustrasi pendaki melintasi jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo, Boyolali. (RADAR SOLO PHOTO)
Ilustrasi pendaki melintasi jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo, Boyolali. (RADAR SOLO PHOTO)

RADARSOLO.COM-Sejumlah jalur pendakian gunung di Indonesia mulai ditutup sementara menyusul melonjaknya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satunya di kawasan Gunung Merbabu yang mulai menerapkan skema pembukaan terbatas dengan sistem giliran per September 2026.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Anggit Haryoso membenarkan penerapan kebijakan pembatasan akses pendakian tersebut.

Baca Juga: Ditabrak Truk Crane, Enam Sepeda Motor Ringsek Bertumpuk di Jalan Sumpah Pemuda Mojosongo Solo

Langkah ini diawali dengan penutupan Jalur Thekelan mulai tanggal 1 hingga 30 September 2026.

"Nggih mas. (Merbabu) dilakukan penutupan secara bergantian dan terbatas, mulai tanggal 1 sampai dengan 30 September jalur Thekelan, selanjutnya akan dilakukan pada jalur yang lain," terang Anggit Haryoso, Rabu (2/9/2026).

Sebagai informasi, kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu memiliki lima jalur pendakian resmi. Meliputi:

Khusus sepanjang September 2026, operasional pendakian melalui Jalur Thekelan di Kabupaten Semarang dihentikan sementara.

Kebijakan penutupan akan digilir ke jalur pendakian resmi lainnya secara berkala hingga situasi di kawasan puncak dinilai aman.

Selain menerapkan mekanisme giliran penutupan jalur, BTNGMb juga tengah menjajaki koordinasi terkait pemangkasan kuota harian pendaki.

Baca Juga: NPC Indonesia Matangkan Persiapan ke Jepang, 60 Atlet dan Ofisial Disiapkan untuk Defile

"Untuk pembatasan kuota sedang kami komunikasikan dengan Paguyuban Mitra Pendakian Lingkar Merbabu," tambah Anggit.

Anggit memaparkan bahwa kondisi vegetasi di area Taman Nasional Gunung Merbabu saat ini sudah menunjukkan fase mengering yang ditandai dengan menguningnya hamparan sabana, semak belukar, dan rerumputan.

Sebagai langkah mitigasi risiko karhutla, BTNGMb mengintensifkan patroli darat serta menyiagakan dua posko pemantauan di wilayah SPTN 1 dan SPTN 2.

"Saya saat ini baru patroli di perbatasan Taman Nasional dengan lahan masyarakat. Terpantau sudah kuning tanda vegetasi yang mengering," jelasnya. 

Baca Juga: Daftar Motor Paling Irit BBM di Indonesia, Ada yang Tembus 62 Km per Liter

"Karena itu, sosialisasi, koordinasi dan sinergitas semua pihak penting untuk bersama-sama menjaga dan siaga dalam mengendalikan Karhutla," imbuh Anggit.

Menutup keterangannya, Anggit mengimbau seluruh pendaki untuk disiplin mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian yang berlaku.

Termasuk larangan keras membuat api unggun maupun memicu aktivitas pembakaran dalam bentuk apa pun. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
pendakian thekelan ditutup gunung merbabu BTNGMb karhutla