
RADARSOLO.COM — Wilayah Kabupaten Boyolali masih rawan kebakaran hutan dan lahan. Sepanjang periode 21 Juni hingga 1 September, tercatat ada 27 kali kejadian di 7 kecamatan dengan total luas area terbakar mencapai 16,60 hektare atau 165.975 meter persegi.
Data tersebut dirilis BPBD Kabupaten Boyolali berdasarkan laporan kejadian di lapangan. Dari 7 kecamatan terdampak, Kecamatan Teras mencatatkan luas lahan terbakar paling besar yakni 3,08 Hektar dari 4 kejadian. Disusul Banyudono 2,55 Hektare dari 3 kejadian dan Kecamatan Cepogo 2,44 Hektar dari 6 kejadian.
Plt Kalak BPBD Boyolali Ari Wahyu Prabowo mengungkapkan, secara jumlah kejadian, Cepogo menjadi wilayah terbanyak dengan 6 kali, disusul Mojosongo dan Teras masing-masing 4 kali, Ngemplak 4 kali, Banyudono 3 kali, Andong 2 kali, dan Simo 1 kali.
"Mayoritas kebakaran terjadi di lahan kering, semak belukar, rumpun bambu, dan area dekat permukiman. Penyebab utamanya masih didominasi pembakaran sampah yang merambat dan kelalaian manusia," jelas Ari, Jumat (4/9).
Baca Juga: Perjuangan Teater Jaten Batang Pentaskan "Lurung Kalabendu": Menjaga Bahasa Ibu dari Atas Panggung
Data yang didapat Jawa Pos Radar Solo, kejadian pertama tercatat pada 21 Juni di Desa Randusari, Teras, akibat pembakaran sampah yang merambat ke lahan kering seluas 1,6 hektare.
Kejadian terakhir tercatat 1 September di Desa Karangmojo, Klego, berupa lahan kering di area perbukitan seluas 1,075 meter persegi. Sebagian besar titik api berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan BPBD bersama relawan dan warga.
Baca Juga: Nasib Kepsek-Guru SD Pekalongan Usai Viral Video Mesum 21 Detik di Kursi Sekolahan: Jabatan Melayang
Untuk menekan angka kebakaran, BPBD Boyolali melakukan sejumlah upaya. Jika sudah terjadi kasus kebakaran lahan, petugas melakukan pemadaman cepat di lokasi, dan pendinginan hingga area benar-benar aman dan terkendali.
“Koordinasi dengan relawan dan warga, edukasi bahaya pembakaran terbuka, pemantauan dan kajian cepat di lapangan,” tambah Ari.
Ari mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama di musim kemarau. Sebab kondisi angin dan tanah yang kering, membuat api sekecil apapun bisa dengan mudah merembet.
BPBD juga mengajak warga segera melapor jika melihat titik api melalui call center Pusdalops BPBD agar api bisa segera dipadamkan sebelum meluas. (fid/nik)
Editor : Niko auglandy