RADARSOLO.COM - Krisis air bersih akibat kemarau panjang kian meluas di kawasan lereng Gunung Merapi, Boyolali.
Di Desa Mriyan, Kecamatan Musuk, kekeringan telah berlangsung selama empat bulan berturut-turut.
Kondisi ekstrem ini memaksa warga mengambil keputusan berat dengan menjual hewan ternak demi membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.
Marsi, warga Desa Mriyan mengungkapkan, dirinya harus merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah untuk membeli air bersih dari armada tangki swasta.
Baca Juga: Sempat Dianggap Meredup, Rafael Struick Langsung Jadi Pahlawan Dewa United Lawan Persik Kediri
"Biasanya beli air tangki Rp175.000 untuk satu tangki. Kadang sebulan sekali. Cukup, karena anggota keluarga tidak banyak, hanya saya dan anak saya, suami sudah meninggal," jelasnya Minggu (6/9/2026).
"Untuk membeli air, saya menjual apa saja yang ada di rumah. Ternak (sapi) itu milik saya satu-satunya. Dijual, lalu nanti beli sapi lagi kalau ada rezeki," imbuhnya.
Senada disampaikan Sumarmi, warga Desa Mriyan lainnya.
Ia membeberkan bahwa seluruh saluran air desa maupun sumur warga sudah mengering total sejak 3–4 bulan terakhir.
Bahkan upaya penggalian sumur lebih dalam pun tidak membuahkan hasil.
Baca Juga: Sedot Ribuan Penonton di Alun-alun Kidul, Boyolali Sukses Jadi Tuan Rumah Keroncong Svaranusa 2026
Guna bertahan hidup, warga Desa Mriyan terpaksa membeli air tangki yang diangkut dari wilayah bawah dengan harga variatif tergantung elevasi lokasi:
-
Harga Air Tangki: Rp200.000 hingga Rp300.000 per tangki (bisa bertahan 10–25 hari).
-
Solusi Darurat Warga: Warga yang memiliki ternak memilih menjualnya, sedangkan warga tanpa ternak terpaksa berutang demi membeli air.
-
Harapan Jangka Panjang: Warga mendesak pemerintah daerah membangunkan instalasi sumur bor dalam yang mampu mengeluarkan pasokan air secara konstan.
"Ya sudah sekitar 3—4 bulan lah, Mas. Tidak turun. Air sudah tidak ada memang, kering. Di sini sumur tidak ada airnya. Sampai dikeduk (digali) juga tidak ada airnya. Harapannya ya dibuatkan sumur yang bisa keluar airnya gitu ," ungkap Sumarmi.
Kesulitan yang dialami warga memicu aksi kepedulian dari elemen masyarakat di Boyolali.
Ormas Skuad Nusantara DPC Boyolali menyalurkan bantuan darurat sebanyak enam tangki atau setara 36.000 liter air bersih ke Desa Mriyan pada Minggu (6/9/2026).
Perwakilan Skuad Nusantara Aldila Fajri menjelaskan, bantuan tersebut didistribusikan langsung ke beberapa wilayah RT untuk meringankan beban sekitar 3.000 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kekeringan.
"Kami dari Skuad Nusantara DPC Boyolali memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Mriyan sebanyak 6 tangki atau sejumlah 36.000 liter untuk mengatasi krisis air bersih. Insyaallah akan rutin untuk membantu masyarakat yang kekurangan air bersih di wilayah Kabupaten Boyolali," urai Aldila. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com