Boyong 33 Medali di Popda Jateng 2026, Balap Sepeda Jadi Penyumbang Terbesar Kontingen Boyolali

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 12:37 WIB
Atlet balap sepeda menyumbang medali terbanyak untuk Boyolali dalam ajang POPDA 2026. (DISPORAPAR BOYOLALI)
Atlet balap sepeda menyumbang medali terbanyak untuk Boyolali dalam ajang POPDA 2026. (DISPORAPAR BOYOLALI)

RADARSOLO.COM - Kontingen Boyolali menutup gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 dengan torehan total 33 medali.

Rincian perolehan mencakup 5 medali emas, 9 perak, dan 19 perunggu.

Dari total 19 cabang olahraga (cabor) yang diikuti, cabor balap sepeda tampil dominan sebagai penyumbang medali terbanyak bagi Boyolali.

Cabang ini memborong 7 medali yang terdiri atas 3 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.

Baca Juga: Gratis! ORADO Surakarta Gelar Open Tournament Domino Berhadiah Rp10 Juta

Fungsional Umum Bidang Keolahragaan Disporapar Boyolali Kentut Dwi Saputro menjelaskan, peta perolehan medali ini menjadi catatan evaluasi krusial bagi pembinaan atlet di masa mendatang.

“Persaingan di semua cabang olahraga di Kabupaten Kota se-Jawa Tengah sekarang sudah merata. Untuk itu yang harus kita benahi ke depan adalah memaksimalkan pembinaan di masing-masing Cabang Olahraga dengan bekerja sama dengan Pengcab kabupaten,” ujar Kentut, Selasa (8/9/2026).

Selain balap sepeda, sejumlah cabor lain turut memberikan kontribusi medali secara signifikan.

Cabor renang mengumpulkan total 4 medali (1 emas, 2 perak, 1 perunggu), cabor panahan menyumbang 4 medali (2 perak, 2 perunggu), dan cabor wushu menyumbang 3 medali (1 perak, 2 perunggu).

Selanjutnya, cabor taekwondo mendulang 3 medali (1 emas, 2 perunggu), cabor karate meraih 2 medali (1 perak, 1 perunggu), cabor angkat besi memperoleh 2 perunggu, cabor tenis meja mengamankan 2 perunggu, serta cabor pencak silat membawa pulang 2 perunggu.

Baca Juga: Sukses Bawa Pulang 3 Emas POPDA Jateng 2026, Atlet Pelajar Wonogiri Siap Diberi Bonus

Sementara itu, cabor tenis lapangan, gulat, tinju, menembak, dan bola voli pasir masing-masing menyumbangkan 1 medali perunggu.

Cabor renang dan karate berhasil mencatatkan prestasi dengan mengamankan medali pada seluruh tingkatan warna: emas, perak, dan perunggu.

Sebagai langkah tindak lanjut, pihak Disporapar Boyolali akan mengintensifkan sinergi pembinaan bersama jajaran pengurus cabang (pengcab) serta mengoptimalkan skema Kelas Khusus Olahraga (KKO) di beberapa sekolah.

“Kita juga akan mengoptimalkan KKO yang kita punya sekarang di beberapa sekolah. Harapannya dari sini akan muncul bibit-bibit atlet yang bisa dibina secara berkelanjutan,” terang Kentut.

Baca Juga: Modus Gembos Ban, Pedagang di Cepogo Boyolali Kehilangan Rp75 Juta

Pada ajang Popda Jateng 2026, Kabupaten Boyolali menerjunkan rombongan berjumlah 220 orang yang terdiri atas 182 atlet, 29 pelatih, serta 9 official.

Salah satu cabor yang menunjukkan performa melampaui target awal adalah angkat besi. Cabor ini sukses mengamankan 2 medali perunggu dari target awal 1 medali perunggu.

Pelatih Angkat Besi Popda Kontingen Boyolali, Gandung, menjelaskan bahwa peta awal target perunggu difokuskan pada persaingan kelas 85 kilogram.

“Target awal kami minimal dapat perunggu, khususnya untuk kelas 85 kg. Tapi ternyata bisa dapat dua medali dalam satu kelas. Yang penting setidaknya dapat perunggu,” kata Gandung.

Gandung menilai target awal tersebut rasional lantaran persaingan di kelas 85 kg dipadati oleh atlet-atlet senior dengan jam terbang tinggi.

Alhamdulillah puas. Setelah tiga tahun tidak mendapat poin, akhirnya tahun ini bisa dapat (poin) lagi,” pangkasnya. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
atlet pelajar kontingen boyolali Boyolali balap sepeda popda jateng