RADARSOLO.COM - Dugaan keracunan murid akibat mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) terus berlanjut.
Puluhan murid SMP di Kecamatan Selo, Boyolali, diduga mengalami gejala keracunan yakni mual, pusing, hingga gatal-gatal setelah menyantap MBG.
Camat Selo Eko Dodi Apriyanto mengatakan, dugaan keracunan murid terjadi pada Kamis (10/9/2026) siang hingga sore hari.
Total ada 34 murid yang melaporkan gejala medis.
Baca Juga: Wow! 14 Ribu Tiket PSS Sleman vs Madura United Ludes Cuma Dua Jam
Mereka berasal dari SMPN 1 Selo dan satu murid dari SMPN 2 Selo.
"Keluhan yang dirasakan siswa meliputi gatal-gatal, mual, muntah, sakit perut, mulas, hingga pusing," ujar Eko saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (11/9/2026).
Dari puluhan siswa yang bergejala, tiga di antaranya harus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Selo.
Makanan yang dikonsumsi para siswa disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gebyok, Kecamatan Selo.
Pada hari kejadian, SPPG Gebyok menyajikan paket menu yang terdiri dari nasi, udang crispy saus mentega, tempe kemangi, ca pakcoy jagung, serta potongan buah melon.
Baca Juga: Ada Gebrakan Besar di Balik Persiapan Kesatria Bengawan Solo Menuju IBL 2027
Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Boyolali, M. Syawalludin, membenarkan kejadian tersebut, dan menyatakan pihak terkait masih mendata seluruh siswa yang terdampak sekaligus memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka.
"Pihak Satgas masih mengumpulkan data dan informasi lengkap di lapangan," terang Syawalludin, Kamis (10/9/2026) petang.
Meskipun gejala utama yang dirasakan siswa adalah mual dan gatal, Satgas MBG Boyolali belum bisa menyimpulkan penyebab pasti insiden ini.
Berdasarkan dugaan awal, gejala tersebut kemungkinan dipicu oleh reaksi alergi terhadap hidangan laut (udang).
Kendati demikian, pihak Satgas telah mengamankan sampel makanan dari SPPG Gebyok Selo untuk diuji secara medis di laboratorium.
"Sementara kemungkinan karena alergi udang. Namun, sampel menu sudah kami amankan untuk pemeriksaan laboratorium," tegas Syawaludin.
Hasil uji lab nantinya yang akan memastikan penyebab pasti dugaan kasus kerabunan tersebut.(fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com