Keluhkan Gatal Usai Santap MBG, 5 Siswa SMPN di Selo Boyolali Kembali Dirujuk ke Puskesmas

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 16:22 WIB
Kepala Disdikbud Boyolali Dwi Hari Kuncoro jenguk murid SMPN 1 Selo dan SMPN 2 Selo yang dirawat di Puskesmas Selo, Jumat (11/9/2026) Mereka mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Kepala Disdikbud Boyolali Dwi Hari Kuncoro jenguk murid SMPN 1 Selo dan SMPN 2 Selo yang dirawat di Puskesmas Selo, Jumat (11/9/2026) Mereka mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Murid SMPN 1 Selo dan SMPN 2 Selo Boyolali yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) bertambah.

Sebanyak 5 murid dari sekolah setempat dirujuk ke Puskesmas Selo untuk mendapat penanganan intensif, Jumat (11/9/2026).

Kelima siswa yang terdiri dari tiga siswi dan dua siswa tersebut dirujuk setelah tim medis melakukan pemeriksaan lanjutan secara maraton di lingkungan sekolah.

Hingga Jumat siang, tiga siswi dilaporkan masih terbaring dan menjalani perawatan inap di Puskesmas Selo.

Baca Juga: Gedung Sekolah Direvitalisasi, Puluhan Murid SDN 2 Taskombang Klaten Numpang Belajar Gudang KDMP

Ketiganya merupakan dua siswi dari SMPN 1 Selo dan satu siswi dari SMPN 2 Selo yang mengeluhkan rasa gatal hebat di area tangan hingga seluruh badan.

NR, siswi kelas IX SMPN 1 Selo merasakan timbulnya bercak dan rasa gatal sejak Kamis (10/9/2026) malam hingga membuatnya kesulitan tidur.

“Gatalnya sejak tadi malam, sampai enggak bisa tidur-tidur. Sampai pagi ini masih terus. Tadi diperiksa tim puskesmas, terus diminta ke puskesmas ini,” beber NR saat menunggu pemeriksaan medis di Puskesmas Selo, Jumat (11/9/2026).

Keluhan serupa disampaikan oleh MS (12), siswi SMPN 1 Selo asal Desa Samiran.

Ia mengaku rasa gatal menyebar cepat dari area pundak ke hampir seluruh bagian tubuhnya pascamembuka dan memakan menu MBG.

Baca Juga: Buntut Korban Terjerat Kabel di Gemolong, Ketua Pansus DPRD Sragen Desak Ganti Rugi Layak

“Habis makan MBG, gatal menyeluruh,” ungkap MS.

Sementara itu, wali siswa SMPN 1 Selo mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap tata kelola dan operasional program MBG.

Mujianto menggarisbawahi potensi risiko pada proses pengadaan serta pengiriman bahan pangan jenis ikan yang membutuhkan penanganan rantai dingin secara ketat.

“Pertama kebetulan anak saya juga sekolah di SMPN 1 Selo. Alhamdulillah anak saya tidak kena (gatal-gatal) karena tidak makan (MBG). Kemarin pulang sekolah, menyampaikan kepada saya bahwa teman-temannya pada alergi, bahasanya alergi ya,” ujar Mujianto.

"Jadi logikanya saja, ikan di Boyolali bahkan di Solo Raya ini, untuk mendatangkan ikan itu kan butuh waktu yang lama juga, dan kita tidak tahu packing seperti apa," tambahnya.

Baca Juga: Serap Aspirasi Warga Jurangjero Klaten, Bupati Hamenang Siapkan Intervensi Irigasi hingga Penerangan Jalan Umu

Jajaran pejabat Pemkab Boyolali turun langsung menjenguk para siswa yang dirawat di Puskesmas Selo.

Rombongan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali M.Syawalludin, Kepala Dinkes FX. Kristandiyoko, Kepala Disdikbud Dwi Hari Kuncoro, serta Kabid SMP Mulyono.

Hingga saat ini, tim Satgas MBG bersama Dinkes Boyolali masih menunggu kepastian penyebab utama timbulnya gejala gatal-gatal masal tersebut melalui hasil uji laboratorium resmi dan penyelidikan epidemiologi.

Pihak Dinkes mengimbau seluruh pihak sekolah dan pengelola dapur SPPG untuk memperketat pengawasan serta menerapkan SOP keselamatan pangan dari tahap pengolahan hingga distribusi. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
smpn 1 selo smpn 2 selo gatal-gatal keracunan mbg