Dorong Generasi Cerdas Bermedia, Dinas Arpus Boyolali Sukses Gelar Festaboy 2026

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 16:33 WIB
Festaboy 2026 berlangsung selama empat hari, terhitung sejak Selasa (8/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026) dengan menyajikan serangkaian kegiatan edukatif seperti talkshow, bedah buku, pameran UMKM, hingga panggung seni budaya. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Festaboy 2026 berlangsung selama empat hari, terhitung sejak Selasa (8/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026) dengan menyajikan serangkaian kegiatan edukatif seperti talkshow, bedah buku, pameran UMKM, hingga panggung seni budaya. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Boyolali sukses menggelar helatan Festival Literasi Boyolali (Festaboy) Tahun 2026.

Agenda tahunan ini mengusung tema “Generasi Scroll dan Generasi Smart, Bijak Bermedia, Cerdas Berliterasi”.

Festaboy 2026 berlangsung selama empat hari, terhitung sejak Selasa (8/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026) dengan menyajikan serangkaian kegiatan edukatif seperti talkshow, bedah buku, pameran UMKM, hingga panggung seni budaya.

Baca Juga: Keluhkan Gatal Usai Santap MBG, 5 Siswa SMPN di Selo Boyolali Kembali Dirujuk ke Puskesmas

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Boyolali Arif Budi Nuranto menggarisbawahi bahwa penanaman budaya literasi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen.

“Di tingkat pemerintah Kabupaten adalah melalui tugas dan fungsi dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui sekolah-sekolah, di tingkat desa/kelurahan, dan paling bawah adalah di tingkat keluarga,” kata Arif Budi Nuranto, Jumat (11/9/2026).

Arif menjelaskan, Dinas Arpus Boyolali konsisten mendorong minat baca serta kemampuan kognitif kritis masyarakat melalui Festaboy 2026.

Rangkaian acara diisi dengan Talkshow Generasi Kekinian, bedah buku bersama penulis Gen Z, pentas seni dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, serta eksplorasi literasi budaya lokal bertajuk “Misteri Merapi Merbabu”.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Rahmah Nur Hayati menegaskan, keberadaan lembaga perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

“Perpustakaan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga menjadi ruang yang menyenangkan bagi masyarakat untuk belajar, menggali informasi, serta mengembangkan pengetahuan,” kata Rahmah saat pembukaan.

Baca Juga: Gedung Sekolah Direvitalisasi, Puluhan Murid SDN 2 Taskombang Klaten Numpang Belajar Gudang KDMP

Dalam rangkaian Festaboy 2026, Dinas Arpus Boyolali resmi meluncurkan buku “Renggeng” Antologi Konten Lokal Boyolali, menyalurkan bantuan hibah buku melalui program Boyolali Gemar Membaca (BOMBA), serta menyerahkan penghargaan bagi pemenang kompetisi literasi.

Selain kegiatan literasi modern, festival ini turut memamerkan koleksi naskah kuno langka milik Cipto Raharjo (Mbah Cipto), warga Tumang, Kecamatan Cepogo, yang berisi manuskrip serat-serat batik kuno.

Sebagian koleksi bersejarah tersebut telah didigitalisasi oleh Dinas Arpus Boyolali.

Di tengah masifnya peredaran informasi di media sosial, pementasan Festaboy 2026 diharapkan dapat membentengi masyarakat Boyolali dari ancaman berita bohong (hoax), konten provokasi, serta disinformasi digital. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
festaboy 2026 generasi cerdas literasi Dinas Arpus Boyolali