Dipicu Pembakaran Rumput, Karhutla di Perbatasan Suroteleng-Samiran Boyolali Ancam Kawasan TNGM

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 13:19 WIB
Kebakaran hutan dan lahan di lereng perbatasan Desa Suroteleng dan Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. (DOK.BPBD BOYOLALI)
Kebakaran hutan dan lahan di lereng perbatasan Desa Suroteleng dan Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. (DOK.BPBD BOYOLALI)

RADARSOLO.COM-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda area lereng terjal di perbatasan Desa Suroteleng dan Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali.

Titik lokasi kebakaran dilaporkan berada sangat dekat dengan kawasan hutan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, kobaran api sempat muncul dalam dua gelombang terpisah, yakni pada Minggu (13/9/2026) malam serta Senin (14/9/2026) sore hingga malam hari, dengan estimasi luasan lahan terdampak mencapai 1,2 hektare.

Baca Juga: Jordan Wilson Bongkar Pesan Megawati yang Membuatnya Lebih Tenang di V-League

“Berdasarkan laporan dari relawan, terjadi Karhutla di perengan perbatasan Desa Suroteleng dan Desa Samiran, dimana lokasi tersebut berdekatan dengan kawasan hutan TNGM,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Boyolali Ari Wahyu Prabowo, Selasa (15/9/2026).

Satu tim gabungan yang terdiri dari tiga personel TNGM dan para relawan sempat berhasil memadamkan titik api awal pada Minggu malam pukul 23.40 WIB.

Namun, gumpalan api kembali terdeteksi menyala pada Senin pagi pukul 10.00 WIB dan mulai merembet ke arah Dusun Rogobelah, Desa Suroteleng.

Merespons rembetan api tersebut, petugas Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Selo langsung mengoperasikan teknik penyekatan manual guna mencegah lidah api menembus vegetasi inti hutan Gunung Merapi.

Proses pemadaman lanjutan kemudian digelar mulai pukul 17.00 WIB hingga 19.15 WIB dengan melibatkan unsur kolaborasi dari BPBD Boyolali, TNGM, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat.

Mengenai pemicu kejadian, Ari menyebut adanya kelalaian dari aktivitas pembakaran vegetasi oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Profil Bos Summarecon Adrianto Pitojo Adhi, Pria Kelahiran Solo yang Diamankan dalam OTT KPK Kasus HGB Bogor

“Indikasi awal penyebabnya adalah pembakaran rumput oleh warga yang mengakibatkan titik api mulai membesar,” terang Ari.

Penyisiran Medan Terjal dan Kesiapan APD Relawan

Ari menegaskan, luasan lahan terdampak sekitar 1,2 hektare saat ini sudah dapat dikondisikan.

Kendati demikian, potensi munculnya bara api susulan masih mengintai jika tersapu tiupan angin kencang.

“Sebaran titik api dapat meluas hingga lahan pertanian milik warga maupun kawasan hutan Gunung Merapi, sehingga perlu penanganan cepat,” imbuhnya.

Baca Juga: Beda Puluhan Juta! Harga Toyota Veloz Hybrid vs Suzuki XL7 Hybrid, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Guna memitigasi risiko meluasnya karhutla, tim gabungan telah menyiagakan truk tangki penyuplai air di Desa Suroteleng.

Serta menggelar penyisiran dan patroli gabungan pada Selasa (15/9/2026) pagi yang menyisir jalur Dukuh Rogobelah Desa Suroteleng hingga Dukuh Pojok Desa Samiran.

“Kami juga akan menyediakan APD berupa masker respirator dan kacamata debu bagi personel di lapangan,” jelas Ari.

Mengingat kontur topografi kebakaran berada di tebing lereng yang sulit dijangkau moda transportasi maupun jalan setapak, seluruh personel diimbau ekstra waspada.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam insiden ini. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
selo boyolali perbatasan suroteleng-samiran BPBD Boyolali karhutla taman nasional gunung merapi