RADARSOLO.COM - Warga lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di area persawahan Dukuh Madusari, Desa Bendosari, Kecamatan Sawit, Boyolali, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Korban diidentifikasi bernama Jiwo Sumarto (84), warga Dukuh Mojosawit, Desa Kateguhan, Kecamatan Sawit.
Jasad Jiwo pertama kali ditemukan oleh Salidi, warga setempat yang tengah berjalan menuju sawah.
Saat melintas di lokasi kejadian, Salidi melihat tubuh pria tergeletak dalam posisi telungkup di area parit.
Baca Juga: PLDPI Dihapus, DPRD Solo Minta Dikaji Lagi
Setelah mendekati titik lokasi, Salidi mengenali jasad tersebut sebagai Jiwo Sumarto yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (14/9/2026).
Salidi kemudian menghubungi Edi Muryanto, anak korban. Pihak keluarga yang mendapati kondisi korban lantas meneruskan laporan darurat ke Polsek Sawit.
Menerima laporan warga, personel SPKT bersama Unit Reskrim dan Bhabinkamtibmas Polsek Sawit menuju tempat kejadian perkara (TKP) didampingi tim medis Puskesmas Sawit.
“Hasil pemeriksaan awal tim medis menunjukkan tidak ditemukan luka luar maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi jenazah saat ditemukan sudah kaku, namun belum mengalami pembusukan,” kata Kapolsek Sawit Iptu Aris Hartanto, Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan pemeriksaan medis awal, Jiwo diperkirakan meninggal lebih dari enam jam sebelum ditemukan.
Baca Juga: Viral Istri Pejabat Kalsel Dikipasi Saat Makan, Ternyata Bagian dari Tradisi Batalam
Penyebabnya diduga kuat akibat kelelahan dan kedinginan. Kendati demikian, kepolisian menegaskan dugaan tersebut masih berupa indikasi awal dan bukan hasil otopsi resmi.
Menurut penuturan pihak keluarga, Jiwa mengalami kepikunan dan berjalan meninggalkan rumah sejak dua hari lalu.
Namun, pihak keluarga belum sempat melayangkan laporan ke polisi.
Atas insiden tersebut, pihak keluarga menyatakan telah menerima musibah meninggalnya korban secara ikhlas, menolak tindakan otopsi, serta tidak akan menuntut pihak mana pun.
Baca Juga: Status WA Jadi Kenangan Terakhir Guntur, Korban KMP Virgo yang Masih Hilang asal Solo
Menanggapi kejadian ini, Iptu Aris Hartanto mengimbau masyarakat luas untuk memperketat pengawasan terhadap anggota keluarga berusia lanjut, terutama yang memiliki riwayat penurunan daya ingat atau kepikunan.
“Jangan menunggu terlalu lama untuk melapor jika ada anggota keluarga yang hilang. Semakin cepat laporan kami terima, semakin cepat pula upaya pencarian dapat dilakukan,” tegas Iptu Aris.
Di sisi lain, salah seorang warga sekitar, Kusnadi, menyebutkan korban telah terpisah dari pihak keluarga sejak Minggu (13/9/2026).
“Info terakhir sebelum hilang, ada di utara Polsek Sawit,” kata Kusnadi. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com