Suami Jadi Korban Kapal Virgo Tenggelam, Irma Kusmawati di Boyolali Harapkan Mukjizat

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 15:06 WIB
Suami Jadi Korban Kapal Virgo Tenggelam, Irma Kusmawati di Boyolali Harapkan Mukjizat (Abdul Khofid/Radar Solo)
Suami Jadi Korban Kapal Virgo Tenggelam, Irma Kusmawati di Boyolali Harapkan Mukjizat (Abdul Khofid/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kabar duka datang dari keluarga Irma Kusmawati (36), warga Dukuh Tawengan, RT 003/ RW 04, Desa Doplang, Kecamatan Teras.

Suaminya, Hendro Haryomo (46), yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) menjadi korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan laut jawa.

Suasana rumah masih terlihat larut dalam kesedihan, sejumlah kerabat berdayangan untuk saling menguatkan, ada diberi kabar terbaik.

Irma mengatakan, kabar tersebut dia terima pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB dari saudara yang juga bekerja di kapal di Banjarmasin.

"Ya, kemarin dikabari dari saudara yang kerja di kapal juga yang di Banjarmasin, ngabari kalau itu kapal suami saya tenggelam," ujar Irma, Kamis (24/9/2026).

Dia melnjutkan, kontak terakhir dengan suaminya terjadi pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu suaminya sempat video call untuk pamit berangkat menuju Banjarmasin, dari Surabaya.

Setelah itu komunikasi terputus. Irma menyebut hal itu sudah biasa karena suaminya baru akan menghubungi kembali setelah kapal sandar dan ada sinyal.

Suaminya bekerja di bagian mesin sebagai oiler ABK. Irma menjelaskan, suaminya baru sekitar dua minggu bergabung di Kapal Virgo, tepatnya naik pada 27 Agustus 2026, setelah sebelumnya bekerja di kapal milik Pusri.

"Kalau untuk di Virgo ini kurang lebih baru 2 mingguan. Sudah lama (menjadi ABK) sebelum menikah dengan saya," katanya. 

Irma sendiri menikah dengan sang suami sejak 2019. Sebelum bergabung dengan Virgo, suaminya sempat berada di rumah sejak Juni lalu usai habis kontrak dengan PT sebelumnya.

Diketahui, setelah kapal Pusri yang dia awak sebelumnya juga mengalami kebakaran di Semarang namun selamat.

"Dari bulan Juni di rumah. Kan sebelumnya juga di kapal Pusri itu juga terbakar di Semarang kemarin itu. Kapalnya terbakar tapi selamat," ujarnya.

Mendapat kabar tenggelamnya kapal, Irma mengaku kaget. Dia mengaku tidak ada firasat apapun, pamitan terakhir pun berlangsung biasa.

Untuk proses identifikasi korban, keluarga sudah dimintai sampel DNA oleh tim DVI. Awalnya keluarga diminta datang ke Banjarmasin, namun karena jarak jauh, akhirnya pengambilan sampel dilakukan di Surabaya pada Kamis pagi.

"Kan harusnya disuruhnya ke Banjarmasin buat diambil sampelnya itu, tapi kan jauh, terus saudara yang di Banjarmasin minta keringanan di Surabaya saja," jelasnya.

Sampel DNA diambil dari kakak suaminya, karena anaknya yang baru berusia 6 tahun dan akan berulang tahun ke-6 pada 8 Oktober mendatang, tidak diperbolehkan oleh dokter karena masih kecil.

Hingga kini, keluarga masih terus berkomunikasi intensif dengan tim DVI. Setiap ada temuan barang, tim langsung menghubungi keluarga untuk konfirmasi.

"Iya, kalau ada penemuan barang biasanya langsung di-share, di-chat per orang. Sudah ditanyain ciri-ciri biasanya dipakai suami apa aja, kayak tahi lalat, punya tahi lalat apa enggak, terus kayak giginya berlubang apa enggak," ungkap Irma.

Irma menjelaskan soal manifest kapal yang sempat dipertanyakan, menurutnya manifest kru vendor berbeda dengan manifest pemilik kapal.

Kini Irma hanya bisa berharap ada keajaiban agar suaminya segera ditemukan.

"Ya semoga segera ditemukan. Berharap pada mukjizat dari Allah," pungkasnya.

Irma mengaku juga bingung apabil sang anak menanyakan kabar sang ayah. Pasalnya, hampir setiap malam merek melakukan panggilan video.

Dia mengaku hanya bisa menenangkan sang anak, dengan berkata bahwa ayah akan menelepon balik jika sudah ada sinyal telepon.

Di tengah kecemasan, ayah mertua korban, Maryono yang sempat dirawat di RSUD Moewardi Solo karena sakit jantung dan stroke ringan, juga sempat syok mendengar kabar tersebut.

"Ya shock. Pas posisi di rumah sakit," ujar sang mertua.

Sebelumnya, dua orang warga Kecamatan Ampel, yakni Denny, dan Danang yang berangkat sebagai penumpang, saat hemdak mengantar paket menggunakan truk ekspedisi menuju Banjarmasin, dari Jakarta.(fid)

Editor : Nur Pramudito
Sumber : Radar Solo
Kapal Virgo tenggelam Irma Kusmawati Hendro Haryomo Korban Kapal Virgo Boyolali