Kemarau 4 Bulan Tak Hujan, Lembaga di Kalitlawah Juwangi Gelar Salat Istisqa Bersama 100 Siswa

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 09:36 WIB
Kemarau 4 Bulan Tak Hujan, Lembaga di Kalitlawah Juwangi Gelar Salat Istisqa Bersama 100 Siswa (Arief Budiman/Radar Solo)
Kemarau 4 Bulan Tak Hujan, Lembaga di Kalitlawah Juwangi Gelar Salat Istisqa Bersama 100 Siswa (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda Kabupaten Boyolali membuat warga menggelar ikhtiar langit. MI Al-Hidayah Kalitlawah, Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, menggelar Salat Istisqa atau salat minta hujan bersama ratusan siswa dan masyarakat, Kamis (24/9/2026).

Salat Istisqa diikuti sekitar 100 siswa, dewan guru, serta warga sekitar madrasah. Kegiatan digelar di halaman madrasah di tengah kondisi kemarau yang sudah berlangsung empat bulan tanpa hujan.

Kepala MI Al-Hidayah Kalitlawah, Muhammad Mas'ud, mengatakan salat Istisqa ini merupakan ikhtiar spiritual di tengah kemarau ekstrem.

"Kegiatan hari ini kami melaksanakan salat Istisqa yaitu salat minta hujan. Tujuannya untuk meminta hujan kepada Allah," ujar Mas'ud usai sholat.

Dia menjelaskan, selain doa, khotbah dalam salat tersebut juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai upaya antisipasi kekeringan.

"Dari khotbah yang telah disampaikan bahwasanya kita sebagai warga yang baik harus menjaga lingkungan. Kegiatan ini juga sebagai edukasi bagi anak-anak bagaimana untuk menjadi anak yang saleh, contohnya berdoa meminta hujan ketika musim kemarau datang," jelasnya

Menurutnya, kemarau tahun ini cukup memprihatinkan dan berdampak pada krisis air bersih di wilayah Boyolali Utara.

Mas’ud mengaku, disana sudah sekitar empat bulan kemarau dan belum turun hujan. Untuk itu, lembaga melakukan sholat istisqo sebagai bentuk keprihatinan.

"Alhamdulillah untuk hari ini siswa yang mengikuti sejumlah seratus siswa, kemudian dari masyarakat juga ada dan dari Bapak Ibu guru juga ada," tambahnya.

Salah satu siswi yang mengikuti salat, Widya Putri Ramadhani (12), siswi kelas 6 MI Al-Hidayah, mengaku senang bisa ikut berdoa bersama agar hujan segera turun.

Widya yang mengenakan mukena bermotif bunga pink-putih usai salat, menceritakan isi khotbah yang dia dengar tentang pentingnya menjaga alam agar tidak terjadi kekeringan berkepanjangan.

Dalam wawancara, dia menyebut khotbah tersebut mengingatkan agar manusia tidak merusak lingkungan dan selalu berdoa saat kemarau panjang melanda sehingga tidak kekurangan air bersih.

“Jadi tadi (dalam khotbah) diajak untuk menjaga lingkungan, dan menanam pohon,” terang Widya.

 Salat Istisqa ini menjadi salah satu upaya warga Boyolali Utara yang menjadi wilayah langganan kekeringan setiap musim kemarau tiba, sembari menunggu bantuan distribusi air bersih dari BPBD dan berbagai relawan.(fid)

Editor : Nur Pramudito
Sumber : Radar Solo
Salat Istisqa Boyolali Kekeringan Juwangi MI Al-Hidayah Kalitlawah Krisis air bersih Boyolali kemarau boyolali