RADARSOLO.COM - Suasana haru menyelimuti kedatangan jenazah Deni Dwi Saputra, korban tenggelamnya Kapal Virgo di Banjarmasin, di rumah duka Dukuh Mrican, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali, Jumat (25/9/2026).
Tiba sekira pukul 09.30 WIB, peti jenazah ditandu Basarnas serta BPBD menuju rumah duka. Tangis keluarga langsung pecah melihat tubuh Denny yang pulang tidak seperti biasanya.
Ibu, kakak, adik, hingga istri tak kuasa menahan tangis. Mereka berteriak memanggil nama Denny.
Bahkan, sang istri tak kuasa menahan tubuhnya hingga pingsan, saat ingin melihat tubuh suaminya. Keluarga lain ikut menguatkan agar tak terlalu larut dalam kesedihan.
Bahkan, tak sedikit pelayat yang ikut merasakan kesedihan setelah kepergian Denny.
Menggunakan hijab hitam, berbaju hitam, istri Denny tampak lemas, menangis tersedu-sedu hingga hampir pingsan. Dia harus dipapah oleh seorang pria.
Tangis histeris pecah saat jenazah tiba. Istri korban yang baru menikah 9 bulan lalu, tepatnya pada 30 Desember 2025, itu kemudian dipeluk dan ditenangkan oleh dua kerabat perempuan.
Suasana di bawah tenda sederhana atap seng itu begitu emosional. Puluhan ibu-ibu berpakaian hitam yang duduk di kursi plastik biru turut meneteskan air mata.
Beberapa petugas berbaju oranye dari BPBD dan warga sekitar tampak membantu menenangkan keluarga.
Dengan dipapah bersama-sama, sang istri yang masih dalam kondisi syok kemudian dibawa masuk ke dalam rumah untuk melihat jenazah sang suami untuk terakhir kalinya.
Seperti diketahui, Deni Dwi Saputra merupakan tulang punggung keluarga dan korban tenggelamnya kapal di Banjarmasin.
Jenazah korban ditemukan di dalam geladak kapal dan telah teridentifikasi melalui kaos biru Komunitas Sopir Boyolali dan jaket miliknya.
Rencananya jenazah akan dimakamkan hari ini sekitar pukul 10.30 WIB di pemakaman yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah duka.(fid)
Editor : Nur PramuditoSumber : Radar Solo