RADARSOLO.COM- Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Dukuh Sidomulyo RT 01/RW 02, Desa Pojok, Kecamatan Nogosari, Boyolali, Sabtu (26/9/2026) siang.
Tiga rumah warga ludes terbakar. Termasuk 3 ekor kambing yang mati terpanggang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.25 WIB itu diduga akibat kelalaian warga yang lupa mematikan tungku kompor kayu bakar.
Baca Juga: Prodi BK UPI Uji Prototipe Aplikasi “BK KITA” Bersama Guru BK SMP Se-Solo Raya
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Boyolali, Supriyono membenarkan kejadian tersebut. Laporan diterima dari warga bernama Rejeb.
"Benar, Regu 01 Damkar Boyolali melakukan pemadaman rumah di Sidomulyo, Pojok, Nogosari," ujar Supriyono, Sabtu (26/9/2026).
Supriyono menjelaskan kronologi kejadian bermula pada pagi hari saat pemilik rumah sedang memasak menggunakan kayu bakar.
Tungku tersebut kemudian ditinggal keluar untuk mencari pakan ternak. Api lalu membakar kayu di dekatnya dan terus membesar.
Karena di sekitar tungku terdapat banyak kayu kering dan angin bertiup cukup kencang, api dengan cepat membesar dan merembet.
"Karena api sudah membesar dan angin besar maka api cepat membakar. Dalam waktu singkat api membakar 3 rumah semua, termasuk kambing 3 ekor, juga isi rumah yang tidak bisa diselamatkan," jelasnya.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergotong royong berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sebelum petugas Damkar tiba di lokasi.
Petugas Damkar yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.45 WIB.
Dua armada Damkar diterjunkan, yakni AYAAXXX (AD 9102 XD) dan FIRE DOME (AD 9085 XD) dengan 6 personel yang turun ke lokasi.
Akibat kebakaran tersebut, api sudah membakar 2 hingga 3 rumah warga.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.
"Keterangan korban luka nihil, korban jiwa nihil. Namun hewan ternak mati 3 ekor. Kerugian material diperkirakan sekitar Rp 100 juta," ungkapnya.
Damkar Boyolali juga dibantu BPBD Kabupaten Boyolali, Polsek Nogosari, perangkat desa, dan relawan setempat.
Supriyono pun mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan memastikan tungku atau kompor dalam keadaan padam sebelum meninggalkan rumah.(fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com