Panen Buah Matoa, Warga Ngemplak Boyolali Dikeroyok Kawanan Tawon

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:00 WIB
Personel Damkar Boyolali evakuasi sarang tawon di  Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Kamis (1/10/2026). (Dok. Damkar Boyolali)
Personel Damkar Boyolali evakuasi sarang tawon di Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Kamis (1/10/2026). (Dok. Damkar Boyolali)

RADARSOLO.COM - Niat hati ingin panen buah matoa di pekarangan rumah, seorang warga Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, justru harus dilarikan ke fasilitas kesehatan, Kamis (1/10/2026).

Warga itu diserang kawanan tawon.

Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono menjelaskan, peristiwa tersebut bermula sekira pukul 11.45 WIB.

Sarang tawon yang berada di dahan pohon mendadak runtuh dan menimba tubuh korban.

Baca Juga: Lulusan Prodi Kimia dan Fisika FMIPA UNS Mudah Kuliah di Korea melalui Kerjasama Alumni dan Penelitinya

Tawon yang marah kemudian mengeroyok korban. Sengatan-sengatan tawon menyebabkan korban meriang sehingga membutuhkan pertolongan medis.

Kejadian itu segera dilaporkan ke Damkar Wonogiri.

“Personel datang untuk melakukan orientasi medan serta mengevakuasi sarang tawon tersebut,” terang Supriyono, Jumat (2/10/2026).

Sebelum insiden panen matoa, personel Damkar Boyolali telah menuntaskan evakuasi dua sarang tawon vespa di dua titik lokasi berbeda pada Rabu (30/9/2026) malam.

Lokasi pertama berada di Desa Tambak, Kecamatan Mojosongo, berdasarkan laporan Sri Jayatun yang mendapati sarang berukuran besar di atas genting rumahnya saat sedang mengasuh anak.

Baca Juga: Cara Menanam Tomat dalam Pot Agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah, Mudah dan Cocok untuk Lahan Terbatas

Lokasi kedua berada di Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, berdasarkan laporan Karmi yang mendapati banyak tawon berjatuhan di teras akibat sarang besar yang menggantung di atap rumahnya.

Proses evakuasi dilakukan malam hari dengan metode menutup lubang akses sarang serta melumpuhkan koloni serangga memanfaatkan bahan bakar pertalite.

Supriyono menegaskan bahwa tawon jenis vespa memiliki kadar racun sengatan yang sangat berbahaya dan berpotensi memicu serangan masif apabila terganggu.

Masyarakat diimbau untuk tidak bertindak mandiri tanpa peralatan standar keselamatan.

Baca Juga: Hari Batik Nasional: Ketika Batik, Dance, dan Kreativitas Pelajar Bertemu di AQUA DBL Dance

"Jika menemukan sarang tawon yang besar dan membahayakan, segera laporkan ke Damkar Boyolali. Jangan dieksekusi sendiri karena berisiko tersengat massal. Layanan aduan kami gratis dan siaga 24 jam,” tegas Supriyono.

Ia menambahkan, maraknya kemunculan laporan sarang serangga di area pemukiman warga diduga kuat dipicu oleh fenomena peralihan kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
ngemplak boyolali serangan tawon sengatan tawon Damkar Boyolali