RADARSOLO.COM - Damkar Satpol PP Boyolali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya kemunculan sarang tawon vespa (tawon ndas) di kawasan permukiman.
Fenomena migrasi serangga berbahaya ini diduga kuat akibat perubahan lingkungan di habitat asli serta pengaruh cuaca ekstrem.
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono menjelaskan, berkurangnya kenyamanan di vegetasi alami seperti area kebun, ladang, dan kawasan hutan memaksa koloni tawon mencari tempat berlindung baru.
Baca Juga: Lantik Mahanni Yulindha Jadi Wabup Klaten, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Fokus Tekan Angka Kemiskinan
“Kondisi habitat asli yang mengering membuat tawon vespa kehilangan tempat berteduh," jelasnya, Senin (12/10/2026).
"Selain itu, cuaca ekstrem yang sangat panas, transisi menuju musim hujan memicu naluri mereka untuk mencari lokasi perlindungan yang lebih teduh dan aman, seperti di bawah atap bangunan warga,” lanjut dia.
Menanggapi fenomena tersebut, pihak Damkar secara tegas melarang masyarakat mengeksekusi atau membasmi sarang tawon vespa secara mandiri tanpa berbekal peralatan dan keahlian khusus.
Tindakan provokatif seperti melempar, memukul, atau mengusik sarang tawon sangat berbahaya lantaran tawon vespa hidup dalam koloni besar serta memiliki bisa sengatan yang mengancam jiwa.
Sebagai langkah pencegahan, warga yang menemukan keberadaan sarang tawon di area pemukiman atau pekarangan disarankan segera memasang tanda peringatan di sekitar lokasi kejadian.
Langkah ini krusial guna mencegah adanya aktivitas warga yang melintas tepat di bawah sarang atau memicu gangguan secara tidak sengaja.
Baca Juga: Kuasa Hukum Sebut Dokumen Setara A-Level Milik Wapres Gibran Bakal Diperlihatkan ke Publik
“Penemuan sarang tawon vespa dapat dilaporkan kapan saja kepada kami. Petugas pemadam kebakaran bersiaga 24 jam penuh untuk melakukan evakuasi dengan prosedur yang aman,” tegas Supriyono.
Ia juga menyoroti pentingnya penanganan darurat apabila terdapat warga yang terlanjur terkena sengatan serangga tersebut.
“Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas atau rumah sakit, untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya,” jelas Supriyono. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com