Penutupan giat wisata di keraton bersamaan penetapan status kejadian luar biasa (KLB) korona di Kota Solo, Jumat (13/3). Sehari berselang, Sabtu (14/3), pihak keraton merespon lewat penutupan kunjungan wisata. “Penutupan kompleks Keraton Kasunanan Surakarta merupakan kebijakan S.I.S.K.S Pakubuwono XIII untuk mengantisipasi penyebaran virus korona di tempat wisata,” terangnya, kemarin (17/3).
Kunjungan wisata ke Keraton Kasunanan ditutup hingga batas waktu tidak ditentukan. Pengumuman penutupan wisata ini sudah disebar ke masyarakat lewat grup WhatsApp. “Kami juga menempelkan pengumuman di lokasi wisata,” jelasnya.
Gusti Dipo menambahkan, penutupan selaras dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo tentang pencegahan virus korona. Menutup sementara seluruh tempat wisata di Kota Bengawan. “Kami akan beritahu masyarakat jika kondisi KLB di Solo mereda. Dan wisatawan bisa menikmati kembali wisata keraton,” bebernya.
Disinggung Jumenengan Kenaikan Tahta Raja Pakoe Boewana XIII, Gusti Dipo belum bisa memutuskan. Apakah tetap dilaksanakan atau ditunda. Pihak keraton masih menimbang dan membahas segala hal yang terkait di dalamnya. “Mungkin sudah ada hasilnya beberapa hari ke depan,” ujarnya. (ves/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra