"Hari ini semua KA dari dan ke Jakarta ditiadakan. Ini mempengaruhi jumlah pemudik yang masuk Solo. Mungkin ke depan (jumlah pemudik) jauh berkurang," terang Koordinator Pendataan Pemudik di Stasiun Solo Balapan Henry Satya, kemarin (10/4).
Ditambahkan dia, sesuai kebijakan pemkot, seluruh pemudik dari zona merah korona dibawa ke Grha Wisata Niaga, Sriwedari untuk menjalani karantina selama 14 hari.
"Prosesnya masih sama, pemudik datang, kami data. Khususnya mereka yang dari luar daerah (bukan KA lokal). Yang tujuannya Solo langsung diarahkan ke Grha Wisata. Kalau yang hanya melintas dengan tujuan kabupaten lain di eks Karesidenan Surakarta, diizinkan meneruskan perjalanan dengan syarat harus langsung ke lokasi tujuan," bebernya.
Sementara itu, salah seorang pemudik asal Pasuruan, Jatim yang tiba di Stasiun Solo Balapan sekitar pukul 13.30 langsung diarahkan ke armada Batik Solo Trans (BST) selanjutnya dibawa ke Grha Wisata Niaga.
Manajer Humas PT KAI Daop VI Jogjakarta Eko Budiyanto mengamini KA dari dan ke Jakarta distop selama wabah korona. Kebijakan tersebut mengingat jumlah penumpang juga menyusut seiring penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta.
"Kalau Solo (KA tujuan Jakarta) ya seperti Senja Utama, Argo Dwipangga, dan lainnya. Termasuk yang juga lewat Jogja dibatalkan. Ini sebagai upaya mengantisipas penyebaran korona," pungkasnya. (ves/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra