Corporate General Manager AJAVI Vivie Elizabeth mengatakan, simulasi ini sekaligus menegaskan AJAVI sebagai hotel yang mengusung konsep pedesaan Jawa dan peduli dengan budaya Jawa.
“Simulasi pernikahan adat Jawa yang kami gelar ini bertujuan mengenalkan kembali budaya serta tata nilai dalam pernikahan Jawa kepada masyarakat. Simulasi pernikahan yang bersifat intimate sangat sesuai di tengah kondisi Pandemi Covid-19 seperti saat ini. Kami juga menerapkan protokol kesehatan ketat,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo.
Dalam simulasi pernikahan ini dilaksanakan seluruh rangkaian prosesi upacara pernikahan Jawa. Menurut Vivie, setiap prosesi memiliki nilai-nilai dan makna yang mendalam, selaras dengan konsep Ayom Java Village.
Simulasi dimulai dengan prosesi siraman, lalu akad nikah/pemberkatan, dilanjutkan dengan resepsi. Iringan gendhing di Pendhapa Sasangka makin melengkapi suasana pernikahan Jawa yang kental.
“Konsep Jawa menjadi DNA Ayom Java Village, didukung dengan bangunan Jawa yang kental. Tingginya permintaan terhadap intimate wedding yang ada di Solo selama pandemi ini, mendorong kami menyelenggarakan simulasi pernikahan ini. Harapannya bisa menambah referensi bagi calon pengantin,” ungkapnya.
Vivie berharap dengan diadakannya simulasi ini dapat membantu para calon pengantin mendapatkan tempat yang tepat untuk mengadakan upacara pernikahan. Karyawan AJAVI yang disebut sebagai penduduk desa AJAVI siap membantu mewujudkan pernikahan impian para calon pengantin, khususnya upacara pernikahan tradisional Jawa. (aya/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra