SOLO – Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut, penjualan mobil pada 2020 dari pabrikan ke diler (wholesales) di pasar domestik sebanyak 532.027 unit. Sementara untuk penjualan dari diler ke konsumen (ritel) tercatat 578.327 unit.
“Jumlah penjualan tersebut menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kami segera melakukan langkah agresif dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan otomotif agar dapat merangsang pertumbuhan penjualan yang lebih baik. Sehingga mampu membawa perekonomian nasional tumbuh ke arah jauh lebih baik tahun ini,” beber Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi.
Salah satu caranya, Bank Syariah Indonesia (BSI) meluncurkan program pembiayaan BSI Oto Special 2021 dengan margin ringan. Mulai setara 2,98 persen flat dan jangka waktu pembiayaan hingga tujuh tahun.
Program yang berlaku selama periode 3 Maret-30 April 2021 ini juga menjadi salah satu komitmen BSI turut membangkitkan sektor industri otomotif, seiring dengan relaksasi pajak PPnBM.
“Pembiayaan otomotif BSI ini merupakan salah satu energi baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memiliki kendaraan,” ungkapnya.
BSI Oto merupakan salah satu layanan Bank Syariah Indonesia untuk pembelian motor maupun mobil dengan akad murabahah atau jual beli dengan prinsip syariah.
Untuk program promo BSI Oto Special 2021 ditujukan untuk nasabah pegawai berpenghasilan tetap, pegawai BUMN, aparatur sipil negara (ASN), dan profesi dokter.
“Promo ini berlaku di seluruh Kantor Bank Syariah Indonesia dan telah bekerja sama dengan lebih dari 13 ribu authorized diler yang telah menjangkau seluruh wilayah dari Aceh hingga Papua,” terang Hery.
Pembiayaan BSI Oto Special 2021 juga dikembangkan untuk memudahkan masyarakat. Karena proses pengajuannya cepat, mudah, bebas biaya appraisal, uang muka atau DP nol persen, serta bebas PPnBM untuk kendaraan di bawah 1.500 cc. (aya/wa/ria)
(rs/aya/per/JPR) Editor : Perdana Bayu Saputra