Airport Operation, Services and Security Senior Manager Bandara Adi Soemarmo Riyaman mengatakan, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 26 Tahun 2021 dan SE Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021, bagi para pelaku perjalanan transportasi udara bisa menunjukkan hasil negatif tes GeNose. Ini sebagai salah satu persyaratan untuk melakukan perjalanan.
"Bandara Adi Soemarmo juga akan menerapkan GeNose sebagai salah satu alat skrining. Selain itu, rapid test antigen tetap dilayani," jelas kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Biaya layanan GeNose C19 sebesar Rp 40 ribu per penumpang. Riyaman menyebut tarif ini sesuai dengan harga corporate seperti di bandara lain yang telah menyediakan layanan GeNose C19 lebih dulu. Yakni Bandara Juanda Surabaya dan Yogyakarta International Airport (YIA)
"Untuk tahap awal pelayanan GeNose baru akan melayani 20 persen dari jumlah penumpang berangkat. Yakni menyiapkan untuk 200 penumpang per hari. Karena keterbatasan alat dan kantong. Kalau di Solo, karena belum banyak penumpangnya jumlah itu masih bisa terlayani semuanya," jelasnya.
Sementara itu, layanan GeNose C19 hanya disediakan untuk penumpang pesawat udara yang telah memiliki tiket. Dalam persiapannya, Bandara Adi Soemarmo menyiapkan dua bilik dengan dua alat untuk operasional GeNose. Berlokasi di area parkir bandara. Lantai bawah untuk layanan GeNose, lantai atas untuk layanan rapid test antigen.
"Bagi penumpang yang memilih tes GeNose bisa datang tiga jam sebelum jadwal penerbangan. Agar tidak terjadi keterlambatan. Rencana layanan GeNose akan dibuka pada pukul 08.00 sampai 16.00," ujarnya. (aya/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra