"Akhir Ramadan sampai jelang Lebaran biasanya ikan akan langka. Harganya tinggi. Karena nelayan banyak yang tidak melaut. Itu alasan saat jelang Lebaran harga ikan selalu naik. Jadi tidak hanya daging ayam dan bahan pangan lainnya saja yang harganya naik," beber Pengelola Pasar Ikan Balekambang Joenet Novianto kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Joenet mengatakan, ada peningkatan mencapai 30 persen penjualan ikan selama Ramadan. Peningkatan penjualan terjadi di hampir semua jenis ikan. Mulai dari ikan laut sampai tawar. Bahkan jenis ikan yang jarang ditemui pun banyak diminati. Seperti ikan pari, gurita, dan baby hiu.
"Stok ikan di sini datang setiap hari ada lebih dari 30 ton. Rata-rata selalu habis. Kalau pun sisa, hanya sedikit dan masih fresh. Mayoritas ikan yang banyak dibeli patin dan nila," jelasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, harga ikan saat ini seperti udang masih bervariasi. Mulai dari Rp 60-100 ribu per kilogram (kg). Harga ikan cumi juga mulai dari Rp 60-75 ribu per kg. Harga ikan patin mulai dari Rp 18-20 ribu per kg. Harga ikan kakap merah Rp 60 ribu per kg. Harga ikan kakap putih Rp 55 ribu per kg.
Harga ikan bandeng mulai dari Rp 28-35 ribu per kg. Harga ikan tongkol Rp 28 ribu per kg. Harga kerang Rp 28 ribu per kg. Harga kerang hijau Rp 15 ribu per kg. Harga kepiting mulai dari Rp 90-110 ribu per kg. Harga ikan gurame Rp 28 ribu per kg. Dan harga ikan baby hiu Rp 25 ribu per kg.
Sementara itu, ada sekitar 30 pedangang ikan di Pasar Ikan Balekambang. Salah satunya, Ahmad Nur Aji pedagang asal Jepara. Sebanyak 2 ton ikan sehari ia datangkan langsung dari Jepara. Jumlah itu selalu habis. Jika sisa, tidak terlalu banyak. Hanya sekitar 1 kuintal saja.
"Saya stok semua hasil laut. Semuanya laku. Antusiasme konsumen terhadap pasar ikan ini sangat tinggi. Baru tiga bulan pasar ini, transaksinya sudah seperti pasar yang sudah berdiri tahunan," ungkapnya. (aya/nik) Editor : Perdana Bayu Saputra