Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pegadaian Area Solo: Generasi Milenial Kini Mulai Lirik Tabungan Emas

Damianus Bram • Rabu, 1 September 2021 | 04:30 WIB
Ilustrasi Emas. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Ilustrasi Emas. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
SOLO – Jumlah nasabah Pegadaian Area Solo meningkat tahun ini. Bahkan melebihi target. Mencapai 34.138 nasabah. Lonjakan jumlah nasabah ini disebabkan tingginya minat generasi muda untuk membuka tabungan emas. Termasuk mahasiswa.

“Kami mengambil beberapa ceruk baru. Mengajak mahasiswa bergabung tabungan emas. Banyak mahasiswa yang mulai melirik. Sehingga jumlah nasabah kami naik. Dari sebelumnya sekitar 33.400 nasabah,” ungkap Deputi Bisnis Pegadaian Area Solo Ali Mustaat kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Ali menyebut, pegadaian memang menyasar generasi muda untuk membuka tabungan emas. Tujuannya, mendidik masyarakat sejak dini soal investasi emas. Namun peningkatan jumlah nasabah tabungan emas berbanding terbalik dengan jumlah nasabah gadai. Belum ada kenaikan signifikan untuk jumlah nasabah gadai.

"Ini berkaitan dengan harga emas. Karena harga emas saat ini turun. Sehingga belum bisa mengangkat omzetnya. Dengan turunnya harga emas, berarti uang pinjaman juga turun. Dibandingkan 2020, harga emas tinggi sampai Rp 1 juta per gram. Sekarang hanya Rp 800 ribu per gram. Selisih Rp 200 ribu per gram berpengaruh terhadap omzet kami," jelasnya.

Tahun ini, kredit gadai di Pegadaian Area Solo belum mencapai 100 persen. Baru mencapai 88 persen sampai periode Agustus ini. Ali optimistis target kredit gadai dapat tercapai di akhir tahun mendapat. Sedangkan untuk kredit mikro, pihaknya berusaha bisa mencapai minimal sampai 100 persen.

"Di masa pandemi Covid-19 dan PPKM yang berkelanjutan ini, beberapa UMKM yang kami biayai mengalami kendala.Sebagian ada yang mengajukan restrukturisasi. Ada juga yang tidak mengalami pembayaran. Tapi kami usahakan mereka semua untuk menyelesaikan dengan baik," imbuhnya.

Ali mengaku terjadi penurunan untuk kredit mikro. Namun untuk kredit gadai, pihaknya tetap mengusahakan agar tetap naik. Dia berharap kasus Covid-19 di Kota Bengawan berangsur turun. Agar PPKM tidak kembali diperpanjang.

"Sehingga UMKM bisa jalan lagi dengan baik. Kami siap mendanai lebih lanjut. Agar perekonomian di masyarakat bisa menggeliat kembali," ujarnya. (aya/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Mahasiswa Mulai Lirik Tabungan Emas #Pegadaian Area Solo #Anak Muda Mulai Lirik Tabungan Emas #Tabungan Emas Pegadaian