Soft opening Front One Hotel Sragen ditandai dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama oleh owner Wagianto Angkasa Wijaya, Rabu (8/12) malam.
Front One Hotel Sragen merupakan hotel bintang 3 yang memiliki 45 unit kamar dengan konsep modern dan elegan. Ada beberapa tipe kamar, seperti executive room, deluxe room, superior room, dan standard room.
General Manager Front One Hotel Sragen Sri Hartoto mengatakan, Front One Hotel juga bisa menjadi pilihan penyelenggaraan meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) untuk pasar Sragen dan sekitarnya.
Hotel tersebut memiliki fasilitas ruang meeting berkapasitas hingga 300 pax, restaurant, dan sky lounge dengan pemandangan Sragen kota. Ini yang menjadi satu-satunya sky lounge yang ada di Sragen. Selain itu, saat ini tengah disiapkan fasilitas kolam renang yang ditargetkan bisa dioperasikan pada Februari 2022.
"Hotel kami bisa jadi pilihan tepat untuk penyelenggaraan pernikahan, pertunangan, ulang tahun, table manner, bridal atau baby shower, romantic dinner dan lain sebagainya," ujar Hartoto.
Apalagi Front One Hotel Sragen yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso 37, Tegal Sari, Sragen cukup strategis karena berada di pusat kota, dekat dengan area kuliner dan area perkantoran.
Selama pembukaan, Front One Hotel memberikan spesial promo kamar mulai harga Rp 249.000 nett, termasuk makan pagi untuk dua orang. Promo berlaku mulai 8 Desember 2021 – 8 Januari 2022.
CEO Azana Hotels & Resort Dicky Sumarsono menyampaikan, ekspansi akan terus dilanjutkan. Setelah Sragen, pihaknya bakal membuka hotel-hotel baru di Tuban, Cilacap, Semarang, dan Sarangan.
Diakui dia, kebutuhan hotel sangat tinggi. Namun selama ini masih terpusat di kota-kota besar. Sementara di daerah penyangga, seperti Sragen belum memiliki hotel yang bagus.
"Kita tidak melihat operator besar masuk ke sini. Mereka fokus ke kota-kota besar. Sehingga kita punya positioning sendiri secara spesifik, yang tadinya kota kabupaten yang dianggap tidak terlalu penting," ujarnya.
Dia pun optimistis upaya ekspansi ini akan membuahkan hasil menggembirakan. Di tahun pertama, dia menargetkan tingkat okupansi 75 persen.
"Targetnya akan dinaikkan menjadi 80 persen pada tahun kedua," ucap dia.
Sementara itu, owner Wagianto Angkasa Wijaya mengungkapkan, tujuan membangun hotel di Sragen lantaran melihat potensi besar. Dia melihat selama ini hotel yang ada di Sragen baru sebatas kelas melati. Belum ada hotel yang berstandar bintang.
"Padahal banyak kegiatan bisnis di Sragen, lari dibawa ke Solo. Harapan kami menjadi hotel yang bisa digunakan untuk penginapan, metting, dan wedding. Sehingga kegiatan perekonomian di Sragen meningkat," ujar Angkasa.
Pihaknya juga berharap, kehadiran hotel berbintang ini bisa membantu perekonomian warga sekitar dan Pemkab Sragen. (din/ria) Editor : Syahaamah Fikria