Kehidupan zaman sekarang bergerak begitu cepat. Bangunan berukuran besar menjulang tinggi. Tentu demi menjaga eksistensi sebuah bangunan tersebut, kebersihan jadi hal utama yang perlu tetap terjadi.
Terlebih di daerah perkotaan yang padat, setiap harinya pasti ada banyak toko atau kantor yang membutuhkan jasa kebersihan. Kebersihan penting terjaga, agar tempat bekerja produktivitasnya ikut terjaga.
"Jasa cleaning servis ini kerangka besarnya adalah hospitality industry. Jadi ada ilmunya, ada sekolahnya. Yakni jasa kebersihan yang bisa bergerak di pabrik, hotel, dan perkantoran. Basicnya ya harus bisa menguasai hospitality industry," ungkap Nikolaus, supervisor sebuah penyedia jasa cleaning service yang dipercaya Pemkab Sukoharjo untuk menjaga kebersihan perkantoran komplek Sekretariat Daerah Sukoharjo.
Cleaning service bukan hanya sekadar bersih-bersih, tapi merupakan profesi yang menuntut kecermatan, kepekaan, dan ketepatan. Bahkan, dalam dunia perhotelan, hal ini menjadi salah satu mata kuliah yang wajib dipelajari.
"Jadi memang diajarkan di perkulian. Diajarkan pemakaian alat bersihkan kerak, bersihkan lantai, stainless, hingga kaca penggunaan chemical. Treatment-nya pun berbeda. Kasus demi kasus di tiap kantor tentu saja berbeda dengan perusahaan," ujarnya.
Di lain sisi persaingan usaha, hingga kepada lokasi pelayanan publik yang baik, tentu mendorong perusahaan atau kantor untuk lebih berkonsentrasi pada aktivitas kebersihan yang ada di gedung mereka.
Untuk mewujudkannya, ada konsekuensi logis yang harus dilakukan, yakni dengan mengalihdayakan berbagai hal ke pihak lain. Termasuk aktivitas kebersihan salah satunya. Hal ini lantaran pelaksanaan aktivitas kebersihan sehari-hari bakal menghabiskan tenaga dan waktu. Apalagi jika ditangani sendiri ataupun oleh beberapa pihak yang kurang berkompeten. Hak inilah yang dianggap perlu diserahkan kepada pihak ketiga.
"Sekarang kantor, hingga perusahaan semakin banyak yang membutuhkan penyedia jasa cleaning service. Ini supaya, lebih fokus. Daripada dilakukan sendiri," ujarnya.
Membangun usaha penyedia jasa cleaning service sendiri tidak dibutuhkan modal yang besar. Bisa dimulai dengan CV agar bisa bekerja sama dengan perusahaan swasta. Jika bekerja sama dengan pemerintah, paling tidak dalam bentuk PT. Modal tidak terlalu besar karena masih bisa dinegosiasikan dengan perusahaan atau kantor klien.
"Misalnya, untuk alat, klien minta kami include SDM sama alat atau tidak? Kalau hanya SDM, maka klien yang melakukan pengadaan alat. Kalau include, kami pengadaan sendiri," paparnya.
Untuk memulai usaha penyedia jasa cleaning servis biasanya melakukan investasi jangka panjang di bidang peralatan kebersihan. Termasuk pengembangan cara kerja, serta pelatihan sumber daya manusianya. Sehingga betul-betul mahir di bidangnya. Bahkan, di bidang ini juga ada jenjang karir. Tidak selamanya akan menjadi "tukang bersih-bersih".
"Ada beberapa keahlian, seperti pengerjaan kebersihan kaca, lantai, alat-alat pabrik, kebersihan kantor. Bahkan, kini merambah ke pengerjaan taman dan SPBU. Masing-masing bidang harus ahli dan menguasai," katanya.
Kompetitornya, Nikolaus mengutarakan, di Jogja, Solo dan Semarang memang sudah cukup banyak yang mengembangkan jasa ini. Namun masing-masing pihak berlomba untuk memberikan service terbaik bagi kliennya. Standar kualitas harus tinggi dan tetap terjamin. Ini penting untuk bisa bersaing dengan para kompetitor.
"Kesulitannya kalau kliennya bangunan lama, karena keraknya. Membersihkannya harus bertahap. Karena susah dibersihkan," pungkasnya. (kwl/nik) Editor : Damianus Bram