“Dari sini sebenarnya kita bisa melihat bahwa perekonomian akan segera pulih. Terbukti dari bisnis properti yang mulai bangkit. Karena jika bisnis properti bergerak, semua sektor akan ikut terdampak. Mulai dari tenaga tukang, suplier dan distributor bahan material, sampai perbankan pun ikut kecipratan efeknya," beber Ketua Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Solo Maharani kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Besi menjadi material bangunan yang mengalami kenaikan harga paling tinggi. Namun secara keseluruhan, Maharani menyebut bisnis properti selalu mengalami kenaikan harga sekitar 10 persen dari tahun ke tahun. Termasuk harga tanah. Meskipun ketika bicara harga tanah, relatif sesuai lokasinya.
"Wonogiri dan Boyolali potensinya paling bagus untuk bisnis properti. Di sana daerah berkembang, banyak destinasi wisata juga. Banyak permintaan investor membangun rumah di sana. Karena memang menjanjikan," jelasnya.
Sementara bagi pembeli, kawasan Karanganyar dan Sukoharjo jadi favorit untuk mendapatkan hunian. Selain lokasinya yang dekat dengan Kota Solo, dua kabupaten tersebut menarik disasar lantaran perekonomian dan pariwisatanya cukup maju. Khususnya di Karanganyar, selama pandemi, perekonomian di sana meningkat di atas rata-rata dari kontribusi destinasi wisata.
“Yang masih minim permintaan untuk membangun properti itu di Sragen dan Klaten. Klaten sebenarnya bagus potensinya, tapi mayoritas investor masih wait and see. Karena ketentuan fasilitas umum yang diberikan Pemkab Klaten cukup tinggi, sekitar 40 persen. Ini yang masih diperhitungkan para investor," terangnya.
Nah bagaimana dengan di Solo? Maharani mengaku kesulitan mencari lahan di Kota Bengawan. Tidak memungkinkan membangun properti dengan luas yang lebar. Namun untuk membangun properti yang tinggi, masih bisa dilakukan. Misalnya, pembangunan apartemen.
“Apartemen itu juga masuk menjadi anggota kami. Maka kami berharap anggota REI segera melakukan pembangunan lagi. Karena bakal menggerakkan ekonomi dari hulu ke hilir," pungkasnya. (aya/wa) Editor : Damianus Bram