Saat ini, Solo Paragon Lifestyle Mall tengah uji coba penerapan cashless payment parkir menggunakan aplikasi dompet digital. Mulai 1 Juni, pembayaran parkir full cashless.
"Nantinya kami akan memudahkan pembayaran parkir bagi pengunjung. Selama ini mayoritas pengunjung menggunakan kendaraan pribadi. Itu jadi kendala kami karena pintu keluar selalu macet saat pembayaran parkir. Metode baru ini jadi upaya kami mengurai kemacetan saat banyak pengunjung yang keluar mal," ungkap Chief Marcomm Solo Paragon Lifestyle Mall, Veronica Lahji.
Antrean panjang yang terjadi selama ini dipicu beberapa hal. Vero menyebut pengunjung menunggu uang kembalian yang diserahkan petugas, atau pengunjung mencari uang dengan nominal kecil untuk membayar tarif parkir. Nah, dengan metode cashless payment ini diklaim bakal memudahkan berbagai pihak. Baik pengunjung maupun petugas parkir.
"Harapannya aturan baru ini membuat pengunjung lebih nyaman. Toh, penggunaan aplikasi online dompet digital dan kartu uang elektronik sudah familiar oleh semua kalangan. Belanja atau jajan sudah bisa scan barcode, di jalan tol juga pakai kartu uang elektronik," jelasnya.
Selain itu, penerapan cashless payment parkir dilakukan sekaligus untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Kendati kasus positif di Kota Solo sudah melandai. Namun upaya ini terus digalakkan.
Metode ini, lanjut Vero, memungkinkan pengunjung dan petugas tidak bertransaksi tunai. Semuanya self service. Sehingga meminimalisasi interaksi fisik, tidak menerima dan memberikan uang tunai.
"Kalau pakai kartu uang elektronik, caranya seperti saat di jalan tol. Tapi kartu saat akan keluar mal. Sedangkan kalau pakai aplikasi online dompet digital, scan barcode yang ada di tiket parkir, saat keluar saldo langsung terpotong," terangnya.
Metode yang sama juga diterapkan di Solo Grand Mall (SGM). Pembayaran parkir di mal tersebut menerima nontunai. Menggunakan kartu uang elektronik dan aplikasi online khusus pembayaran parkir. Namun, pembayaran menggunakan aplikasi online dompet digital, belum bisa dilakukan.
"Kami masih menerima pembayaran parkir dengan tunai. Artinya, belum sepenuhnya cashless. Tapi kalau ada pengunjung yang ingin membayar menggunakan kartu uang elektronik, kami juga melayani," sambung Public Relations Officer SGM Irenika Kusumaningrum.
Kepala Bank Indonesia (BI) Solo Nugroho Joko Prastowo mendukung upaya mal-mal di Kota Solo menerapkan sistem cashless. Khususnya untuk layanan parkir.
Menurutnya, transaksi nontunai di kalangan masyarakat adalah soal budaya yang harus dibiasakan sejak sekarang. Sekaligus mengubah mindset bahwa meskipun uang tunai disetor ke bank, masyarakat tetap bisa bertransaksi. Tidak melulu hanya menggunakan uang tunai.
"Sejak tahun lalu sudah ada penggunaan QRIS untuk layanan parkir. Jadi tiket parkirnya di-print, lalu di-scan saat membayar. Tapi memang belum terbiasa. Sekarang beberapa mal sudah menerapkan cashless juga untuk parkir. Ini bisa jadi cara edukasi ke masyarakat," pungkasnya. (aya/ria) Editor : Syahaamah Fikria