Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

KRL Solo-Jogja Bisa Langsung sampai Stasiun Palur mulai Juli

Syahaamah Fikria • Jumat, 27 Mei 2022 | 00:03 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat uji coba jalur KRL di Stasiun Palur, Kamis (26/5). (SEPTINA FADIA/RADAR SOLO)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat uji coba jalur KRL di Stasiun Palur, Kamis (26/5). (SEPTINA FADIA/RADAR SOLO)
SOLO - Progres elektrifikasi perpanjangan jalur KRL dari Stasiun Solo Balapan ke Stasiun Palur mencapai 84 persen. Rencananya, KRL menuju Stasiun Palur mulai beroperasi pada awal Juli mendatang. Dengan eksistensi Stasiun Palur diharapkan ada kenaikan trafik penumpang KRL sebesar 12 persen.

"Dari 11.815 penumpang menjadi 13.419 penumpang pada kondisi weekdays. Sedangkan saat weekend harapannya naik 11 persen," papar Direktur Sarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djarot Tri Wardhono di Stasiun Palur saat uji coba bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Kamis (26/5) siang.

Djarot menyebut, investasi proyek elektrifikasi KRL relasi Solo Balapan-Jebres-Palur ini menelan anggaran senilai Rp 349 miliar. Pembangunan dimulai pada 2020, dan diprediksi kelar pada Juli 2022. Selain itu, pembangunan gardu sudah mencapai 96,3 persen. Sedangkan track layout mencapai 84,2 persen.

"Harapannya ini dapat diselesaikan pada minggu pertama Juli 2022. Untuk pembangunan depo penempatan stabling KLR saat ini posisinya sudah 72,2 persen. Diperkirakan selesai pada Agustus atau September 2022. Mungkin ada beberapa peralatan yang didatangkan secara impor," ujar dia.

Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, perpanjangan jalur KRL dari Stasiun Solo Balapan ke Stasiun Palur jaraknya sejauh 6,8 kilometer (km). Dengan progres elektrifikasi yang nyaris klir, menhub optimistis paling cepat Juli mendatang sudah bisa beroperasi. Menurutnya, KRL relasi Solo Balapan-Jebres-Palur ini bukti konsistensi pemerintah menggarap angkutan aglomerasi.

"Bahwa satu kota dengn kota di sekitarnya harus dihubungkan dengan angkutan masal. Contohnya, Jogja dengan Solo. KRL-nya sudah sangat digemari. Bahkan saat Lebaran okupansinya naik 50 persen. Oleh karena itu, keniscayaan ini harus secara konsisten kita lakukan. Angkutan aglomerasi harus dilakukan, baik kereta, bus, dan lainnya," kata menhub saat press conference usai uji coba di Stasiun Solo Balapan.

Menhub membocorkan, nantinya KRL Solo-Jogja bakal diperpanjang sampai Madiun dan Kutoarjo. Menhub juga memastikan, dia yang akan mengoordinasi angkutan aglomerasi.

Tidak hanya di Kota Solo. Tapi juga di Semarang, Bandung, dan Surabaya. Khusus di Solo dan sekitarnya, rencananya aglomerasi angkutan juga menyasar Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, dan Klaten.

"Itu harus berkolaborasi dengan Kota Solo. Saat ini kan minat angkutan pribadi masih tinggi. Dan kalau masih tinggi yang terjadi adalah kemacetan. Nah, KRL solusinya untuk angkutan ramah lingkungan. Harapannya, kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah bisa terjalin dengan baik," papar dia.

Senada, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan, perpanjangan jalur KRL sampai Palur bakal berdampak positif pada perekonomian di Kota Bengawan. Terlebih diprediksi ada penambahan trafik sampai 12 persen.

"Saya kira bisa lebih dari itu peningkatan trafiknya. Pasti ekonomi juga sangat terasa. Evaluasi selama uji coba perjalanan tadi sudah cukup baik. Apalagi nanti Juli sudah beroperasi, kita menyambut baik. Menjadi upaya mengurai kemacetan juga," pungkasnya. (aya/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#perpanjangan jalur KRL #Stasiun Solo Balapan #KRL Solo Jogja #stasiun palur #krl