Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

ASEAN Para Games Peluang Angkat Sport Tourism di Kota Solo

Damianus Bram • Selasa, 28 Juni 2022 | 14:40 WIB
TERAWAT: Pekerja sibuk memotong rumput lapangan Kota Barat, kemarin (15/7). Lapangan Kota Barat merupakan salah satu venue pendukung Piala Dunia U-20. (IHSAN/RADAR SOLO)
TERAWAT: Pekerja sibuk memotong rumput lapangan Kota Barat, kemarin (15/7). Lapangan Kota Barat merupakan salah satu venue pendukung Piala Dunia U-20. (IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Event ASEAN Para Games (APG) 2022 yang dihelat di Kota Bengawan diklaim mampu men-trigger kunjungan wisata. Ini menjadi peluang besar bagi pemkot mengembangkan segala atraksi wisata. Khususnya sport tourism.

Ada salah satu konsep sport tourism yang berpotensi bisa digarap, yakni mostalgia sport tourism. Sport tourism punya banyak konsep dan bentuk. Selain ada yang active, juga ada passive sport tourism. Nah, di banyak referensi, ada juga konsep memorial atau nostalgia sport tourism,” ujar pengamat pariwisata Universitas Sebelas Maret (UNS) Deria Adi Wijaya, kemarin (27/6).

Diharapkan, gaung event internasional itu tidak hanya saat hari H. Namun bisa menjadi paket wisata. Konsep nostalgia sport tourism, kata Deria, bisa menyontek di Barcelona, Spanyol.

Di negara tersebut, paket wisata untuk nostalgia Olimpiade Musim Panas 1992 sangat diminati. Wisatawan disajikan perjalanan wisata mengunjungi tempat-tempat ketika penyelenggaraan Olimpiade. Sekaligus diberikan informasi hal-hal menarik yang pernah terjadi saat event berlangsung.

"Saya rasa bentuk sport tourism di Solo akan luar biasa kalau bisa menggarap konsep nostalgia ini. Bisa menarik sejarah. Dulu Kota Solo pernah menjadi penyelenggara PON pertama pada 1948. Sejarahnya dulu Indonesia gagal mengikuti Olimpiade London di tahun yang sama. Sejarah ini bisa dikaji lagi. Untuk nanti menggarap paket wisata nostalgia sport tourism. Menyuguhkan satu paket kunjungan memorable PON pertama di Kota Solo," bebernya.

Tak hanya itu, paket wisata memungkinkan menyajikan event sport lainnya yang pernah digelar di Kota Solo. Deria menyontohkan, jika ada pencetakan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) dalam penyelenggaraan pertandingan cabang olahraga (cabor) yang fenomenal, bisa digali lebih dalam menjadi sebuah paket wisata kunjungan.

"Saya rasa peluang untuk menggarap sport tourism di Kota Solo luar biasa besar. Tentunya menggarap berbagai bentuk sport tourism itu bisa memberikan banyak kegiatan bagi pelaku wisata di Kota Solo," sambungnya.

Di saat bersamaan, Kota Solo juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan G20. Ini artinya, tamu-tamu mancanegara tidak hanya dari atlet APG 2022. Tapi juga delegasi G20.

Dua event internasional yang bergengsi ini menjadi peluang besar bagi pelaku pariwisata untuk support segala kebutuhan tamu.

Event-event ini bisa menjadi menorehkan sejarah besar di Kota Solo. Bisa dilihat, G20 merupakan event prestisius. Beberapa pemimpin negara datang ke Kota Solo, sedangkan di waktu yang sama, masih ada atlet APG 2022 dan official-nya dari berbagai negara juga berada di Solo. Ini potensi besar untuk menggaet wisatawan mancanegara datang ke Kota Solo," pungkas Deria. (aya/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#ASEAN Para Games 2022 #APG XI 2022 #G20 #sport tourism #sport tourism di Kota Solo #ASEAN Para Games XI 2022