Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Pengeluaran Pendidikan Paling Tinggi Sumbang Inflasi 

Damianus Bram • Selasa, 2 Agustus 2022 | 16:15 WIB
LATIH DISIPLIN: Pelajar mengikuti kegiatan di halaman SDN Sriwedari belum lama ini. Kelompok SD banyak sumbang inflasi. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
LATIH DISIPLIN: Pelajar mengikuti kegiatan di halaman SDN Sriwedari belum lama ini. Kelompok SD banyak sumbang inflasi. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
SOLO – Kota Solo mengalami inflasi sebesar 0,35 persen pada Juli 2022. Kontribusi terbesar pada inflasi kali ini adalah kelompok pengeluaran pendidikan. Khususnya sekolah dasar, yakni sebesar 0,09 persen. Secara keseluruhan, kelompok pengeluaran pendidikan mengalami inflasi sebesar 1,69 persen.

“Inflasi paling tinggi penyumbang terbesar pada kelompok pengeluaran pendidikan. Terutama pendidikan dasar dan PAUD. Khususnya kelompok sekolah dasar (SD). Karena Juli ini tahun ajaran baru, sehingga banyak anak-anak yang harus mencari sekolahan. Ini menyebabkan inflasi pada uang pendaftaran. Bulan depan nanti giliran inflasi di kelompok pendidikan tinggi," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta Totok Tavirijanto kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Sedangkan kelompok penyediaan makanan dan minuman yang biasanya menjadi penyumbang inflasi tertinggi, bulan ini justru berada di urutan kelima. Mengalami inflasi sebesar 0,27 persen. Totok menyebut bulan ini harga-harga makanan dan minuman relatif terkendali.

“Beberapa komoditas mulai turun harga, seperti minyak goreng yang mengalami deflasi 10,55 persen. Kemudian bawang putih, deflasi 12,34 persen, dan daging ayam ras, deflasi 2,11 persen. Tapi memang ada komoditas yang masih tinggi harganya. Bawang merah inflasi 30 persen dan cabai merah inflasi 26,99 persen. Ini masih terpengaruh oleh cuaca dan curah hujan tinggi di beberapa tempat,” urainya.

Totok merinci, pemicu inflasi di Kota Bengawan pada Juli 2022 antara lain kelompok SD sebesar 0,09 persen, bawang merah sebesar 0,09 persen, cabai merah sebesar 0,08 persen, elpiji sebesar 0,05 persen, dan sabun mandi sebesar 0,04 persen.

Sebaliknya, beberapa komoditas penyumbang deflasi, ada minyak goreng sebesar 0,13 persen, bawang putih 0,06 persen, daging ayam ras 0,03 persen, bayam 0,01 persen, dan cabai rawit 0,01 persen.

"Jika dilihat tingkat inflasi tahun kalender, Januari-Juli 2022 sebesar 5,18 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun, Juli 2022 terhadap Juli 2021 sebesar 6,63 persen. Jika dibandingkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya, inflasi kali ini lebih tinggi. Saat itu, inflasi sebesar 0,23 persen," jelasnya.

Dari enam kota di Jawa Tengah yang dihitung angka inflasinya pada Juli 2022, tercatat semua kota mengalami inflasi. Tertinggi di Kota Semarang dan Kota Tegal. Masing-masing 0,59 persen. Diikuti Kota Purwokerto 0,39 persen, dan Kota Kudus 0,38 persen.

“Kota Solo termasuk yang inflasinya paling rendah bersama Kota Cilacap. Masing-masing sebesar 0,35 persen. Secara keseluruhan, di Jawa Tengah, inflasinya sebesar 0,51 persen, sedangkan nasional sebesar 0,64 persen," pungkas Totok. (aya/wa) Editor : Damianus Bram
#BPS Kota Surakarta #inflasi #Pengeluaran Pendidikan #Inflasi di Kota Solo