Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tarif Tiket Pesawat Naik, Jamaah Umrah Kelabakan

Damianus Bram • Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:20 WIB
AKSES INTERNASIONAL: HARUS BERSABAR: Sampai saat ini calon jamaah umrah belum bisa terbang langsung dari Bandara Adi Sumarmo Solo. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
AKSES INTERNASIONAL: HARUS BERSABAR: Sampai saat ini calon jamaah umrah belum bisa terbang langsung dari Bandara Adi Sumarmo Solo. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Mendadak, hampir seluruh maskapai penerbangan menaikkan tarif tiket pesawatnya. Imbas kenaikan harga avtur. Alhasil, biaya perjalanan umrah pun ikut terkerek naik. Kenaikannya sekitar 10-20 persen. Kisarannya sebesar Rp 1,5-3 juta. Biro umrah terancam harus menalangi biaya tambahan tersebut.

Ketua Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Her Suprabu mengatakan, keputusan ini jadi pilihan yang sulit. Terutama bagi beberapa jamaah uangnya tidak bisa kembali.

“Jamaah yang sempat terpending saat pandemi Covid-19, tiket keberangkatannya sudah di-issued. Hotel juga sudah dipesan. Suka tidak suka, jamaah harus siap," ungkap Her Suprabu, kemarin (8/8).

Her berencana menggandeng pihak perbankan untuk membantu pembayaran kekurangan biaya tambahan jamaah umrah yang tidak mampu. Sehingga jamaah tetap segera bisa berangkat umrah dan mengangsur biaya tambahan itu sesuai kemampuan. Artinya, biaya tambahan di-cover pihak perbankan sebagai solusi terbaik dalam situasi saat ini.

"Karena kalau menunggu tarif tiket pesawat turun sepertinya tidak mungkin. Kalau sudah naik, akan susah turunnya. Daripada tidak pasti, kami kasih solusi. Yang penting para jamaah berangkat dulu. Masalah pembayaran bisa dinegosiasikan," sambungnya.

Her mengaku kenaikan tarif tiket pesawat yang mendadak sangat memberatkan jamaah sekaligus biro umrah. Sebab, biro umrah sudah terlanjur menjual paket perjalanan dengan tarif normal sebelum ada kenaikan. Maka perlu ada komunikasi yang baik antara biro umrah dengan jamaah untuk menyikapi kebijakan ini. Agar tidak menjadi beban biro umrah untuk menanggung biaya tambahan tersebut.

Apalagi penerbangan pertama yang harusnya bisa starting dari Bandara Adi Soemarmo sampai saat ini belum diizinkan untuk penerbangan internasional. Sehingga harus lewat Jakarta.

“Ini juga ada tambahan biaya lagi hampir Rp 1 juta. Otomatis jadi beban biro. Makanya kami biro umrah sangat prihatin kebijakan dari maskapai yang sangat mendadak. Di tengah persiapan keberangkatan umrah perdana. Ini jadi kabar buruk yang tentunya sangat memberatkan biro umrah," bebernya.

Terdekat, Her bakal bernegosiasi ke maskapai untuk meninjau ulang soal kenaikan harga tiket pesawat. Sebab, kebijakan ini berpengaruh terhadap turunnya animo jamaah umrah. Bagi jamaah yang sudah terlanjur akan berangkat, mau tidak mau mereka harus menyiapkan tambahan dana untuk segera berangkat. Solusinya, biro umrah akan menyosialisasikan ini ke jamaah yang sudah mendaftar maupun yang baru mau mendaftar soal kenaikan tarif ini.

"Agar mereka memutuskan mau berangkat atau tidak. Karena yang biayanya cuma Rp 26 juta, jadi nambah lagi. Kalau berangkat satu atau dua orang mungkin tidak apa-apa. Tapi kalau berangkat satu keluarga akan berat," imbuhnya.

Sementara itu, pada Agustus ini, dijadwalkan sebanyak 2.400 jamaah umrah dari Kota Bengawan berangkat ke Tanah Suci. (aya/bun)  Editor : Damianus Bram
#Biro Umrah #Tarif Tiket Pesawat Naik #perpuhi solo #Tarif Tiket Penerbangan Naik #jamaah umrah