Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Badan Standarisasi Nasional Aktif Bina UKM untuk Ber-SNI

Damianus Bram • Jumat, 7 Oktober 2022 | 15:10 WIB
SIMBOLIS: Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN Zakiyah (kiri) dan Sekda Kota Surakarta Ahyani membuka pameran IQE di Solo Square Mall, Kamis (6/10). (SEPTINA FADIA/RADAR SOLO)
SIMBOLIS: Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN Zakiyah (kiri) dan Sekda Kota Surakarta Ahyani membuka pameran IQE di Solo Square Mall, Kamis (6/10). (SEPTINA FADIA/RADAR SOLO)
SOLO – Kesadaran masyarakat terhadap produk unggulan berstempel Standar Nasional Indonesia (SNI) terus ditingkatkan. Salah satunya melalui pameran Indonesia Quality Expo (IQE), yang diinisiasi Badan Standarisasi Nasional (BSN) di Solo Square Mall, 6-9 Oktober. Pameran ini menjadi ajang pengenalan kepada masyarakat, terkait ragam produk ber-SNI.

“Karena produk ber-SNI terjamin kualitasnya. Sangat perhatian terhadap keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L), dan lain sebagainya. Masyarakat perlu tahu itu,” ungkap  Deputi Bidang Penerapan Standard an Penilaian Kesesuaian BSN Zakiyah, saat opening IQE Kamis (6/9).

Zakiyah menambahkan, BSN aktif membvina usaha mikro kecil (UMK). Masuk dalam program SNI Bina UMK. Hampir 100 ribu UMK se Indonesia bergabung di sana. Khusus Kota Solo, ada 85 UMK yang terdaftar, dan 18 di antaranya sudah difasilitasi stempel SNI. Zakiyah menargetkan ada pertambahan 86 UMK di Kota Solo sepanjang 2023.

“Mendapatkan stempel SNI ada prosesnya. Mulai dari sosialisasi, bimbingan, penerapan standar, uji produk di laboraturium terakreditasi, kemudian pengajuan ke lembaga sertifikasi. Durasi proses tergantung UMK. Kalau konsisten, paling cepat sebulan. Kalau mulai dari pembinaan, sekitar 3-6 bulan,” imbuhnya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama, dan Layanan Informasi BSN Zul Amri menjelaskan, IQE ke-10 ini diisi booth yang menyediakan klinik standardisasi dan penilaian kesesuaian. Selain itu, BSN juga menampilkan produk-produk ber-SNI dari UKM binaan BSN di Kota Solo dan sekitarnya.

“Ada CV Rumah Mesin (produsen alsintan), PT Trooper Andalan Hebat Sejahtera (produsen helm), dan PT Astro Teknologi Internasional (produsen sepeda listrik),” bebernya.

Sementara itu, IQE dimeriahkan 16 instansi. Baik dari pemerintah maupun swasta. Mengisi 48 booth yang disediakan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta Ahyani yang hadir dalam opening berharap, pameran ini mampu mendorong produsen dan industri kreatif di Indonesia, khususnya Kota Bengawan.

“Supaya bisa meningkatkan kualitas produknya. Sehingga bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional,” harapnya. (aya/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Badan Standarisasi Nasional #pameran produk SNI #SNI #BSN #Indonesia Quality Expo