Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Investasi di Solo dan Sekitarnya Tumbuh, Didominasi Milenial

Damianus Bram • Selasa, 17 Januari 2023 | 14:10 WIB
TERUS MENINGKAT: Ilustrasi investasi di Kota Solo dan sekitarnya yang terus merangsek naik. (IRECK OKTAVIANTO/RADAR SOLO)
TERUS MENINGKAT: Ilustrasi investasi di Kota Solo dan sekitarnya yang terus merangsek naik. (IRECK OKTAVIANTO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo merilis jumlah investor di Kota Bengawan dan sekitarnya sepanjang 2022. Tercatat terjadi kenaikan sebesar 34,3 persen. Total investor pada 2022 di eks Karesidenan Surakarta sebanyak 208.666. Sedangkan pada 2021 hanya 155.336 investor.

"Di semua kabupaten, kecuali Klaten, mengalami kenaikan jumlah investor. Ini tentu sangat menggembirakan," beber Kepala BEI Solo M. Wira Adibrata, Senin (16/1/2023).

Wira optimistis target pertumbuhan investor pada 2023 ini bisa tembus di angka 30 persen. Dengan kontribusi investor milenial yang menjadi andalan. Sebab, data pertumbuhan investor selama ini, jumlah investor dari kalangan muda masih mendominasi. Mencapai 60 persen dari jumlah investor di Kota Solo dan sekitarnya.

"Maka kami masih fokus edukasi ke calon investor milenial pada 2023 ini. Karena generasi muda saat ini perlu pondasi dalam menyusun keuangan. Artinya, mengajarkan kebiasaan kepada mereka soal pengelolaan keuangan dimulai dari usia menjelang matang. Sehingga ketika mereka memiliki penghasilan, sudah terbiasa dengan pengelolaan keuangan yang baik," bebernya.

Sementara itu, Wira menyebut BEI Solo juga bakal menambah tiga unit galeri investasi baru. Sebelumnya, sudah memiliki 25 unit galeri investasi sejak 2021. Ditambah empat unit pada 2022. Sehingga totalnya saat ini menjadi 29 unit. Galeri investasi itu terus berperan mengedukasi soal investasi bodong ke masyarakat.

"Kami akan terus meningkatkan edukasi di tahun ini agar masyarakat makin aware dan menghindari tawaran investasi bodong. Sehingga materi edukasi tidak hanya sekadar menambah wawasan soal ciri-ciri investasi bodong. Sekaligus mengajari manajemen keuangan dengan baik," ujarnya.

Harapannya, penambahan galeri investasi ini berhasil memberikan pemahaman ke masyarakat soal perbedaan investasi yang bodong dan yang legal. Edukasi ini harus terus dilakukan sampai masyarakat bisa menerima bahwa keuntungan yang tidak logis dan menjadi cepat kaya secara instan itu sudah pasti investasi bodong. (aya/bun/dam)

INVESTOR DI EKS KARESIDENAN SURAKARTA

 

DAERAH                      2021                     2022

Boyolali                        20.607                  29.068

Karanganyar                 22.231                  29.850

Sragen                         19.267                  26.970

Sukoharjo                    31.292                  40.564

Wonogiri                       21.901                  32.133

Kota Solo                      40.038                  50.081

Total Investor               155.336                208.666 Editor : Damianus Bram
#BEI Solo #Investasi di Kota Solo #investasi #Investasi Tumbuh #bursa efek indonesia