"Di semua kabupaten, kecuali Klaten, mengalami kenaikan jumlah investor. Ini tentu sangat menggembirakan," beber Kepala BEI Solo M. Wira Adibrata, Senin (16/1/2023).
Wira optimistis target pertumbuhan investor pada 2023 ini bisa tembus di angka 30 persen. Dengan kontribusi investor milenial yang menjadi andalan. Sebab, data pertumbuhan investor selama ini, jumlah investor dari kalangan muda masih mendominasi. Mencapai 60 persen dari jumlah investor di Kota Solo dan sekitarnya.
"Maka kami masih fokus edukasi ke calon investor milenial pada 2023 ini. Karena generasi muda saat ini perlu pondasi dalam menyusun keuangan. Artinya, mengajarkan kebiasaan kepada mereka soal pengelolaan keuangan dimulai dari usia menjelang matang. Sehingga ketika mereka memiliki penghasilan, sudah terbiasa dengan pengelolaan keuangan yang baik," bebernya.
Sementara itu, Wira menyebut BEI Solo juga bakal menambah tiga unit galeri investasi baru. Sebelumnya, sudah memiliki 25 unit galeri investasi sejak 2021. Ditambah empat unit pada 2022. Sehingga totalnya saat ini menjadi 29 unit. Galeri investasi itu terus berperan mengedukasi soal investasi bodong ke masyarakat.
"Kami akan terus meningkatkan edukasi di tahun ini agar masyarakat makin aware dan menghindari tawaran investasi bodong. Sehingga materi edukasi tidak hanya sekadar menambah wawasan soal ciri-ciri investasi bodong. Sekaligus mengajari manajemen keuangan dengan baik," ujarnya.
Harapannya, penambahan galeri investasi ini berhasil memberikan pemahaman ke masyarakat soal perbedaan investasi yang bodong dan yang legal. Edukasi ini harus terus dilakukan sampai masyarakat bisa menerima bahwa keuntungan yang tidak logis dan menjadi cepat kaya secara instan itu sudah pasti investasi bodong. (aya/bun/dam)
INVESTOR DI EKS KARESIDENAN SURAKARTA
DAERAH 2021 2022
Boyolali 20.607 29.068
Karanganyar 22.231 29.850
Sragen 19.267 26.970
Sukoharjo 31.292 40.564
Wonogiri 21.901 32.133
Kota Solo 40.038 50.081
Total Investor 155.336 208.666 Editor : Damianus Bram