"Selama ini, Jenius hanya dikenal di kalangan generasi muda saja. Padahal fitur-fitur yang tersedia sangat lengkap, khususnya memenuhi kebutuhan keuangan apapun bagi penggunanya," ungkap Digital Banking Brand and Marketing Lead Bank BTPN, Michael Hartawan saat visit ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Ibaratnya, layanan perbankan yang biasanya hanya diakses di kantor cabang, kini bisa dilakukan sendiri oleh pengguna Jenius. Mulai dari memblokir kartu, menentukan investasi, sampai mengajukan pinjaman bisa dieksekusi langsung lewat aplikasi Jenius. Itu seperti layanan bank sudah dalam genggaman.
"Mayoritas orang malas ke bank karena merasa takut dan intimidatif. Padahal mereka perlu melakukan layanan perbankan. Belum lagi, antrean panjang yang menyita waktu. Sehingga banyak orang yang tidak terakses oleh perbankan. Aplikasi ini jadi solusinya," sambungnya.
Dengan benefit yang ditawarkan itu, Michael menyebut saat ini pihaknya ingin menyasar UMKM di Kota Bengawan. Tujuannya, agar pembukuan keuangan UMKM lebih tertata. Termasuk perencanaan bisnis ke depannya. Sehingga UMKM di Kota Solo bisa naik kelas sesuai visi Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.
"Aplikasi ini juga membantu penggunanya mengatur cashflow. Kalau untuk UMKM, karena ada fitur kemudahan pengajuan pinjaman, bisa menambah modal jika dibutuhkan dalam waktu singkat," imbuhnya.
General Manager Jawa Pos Radar Solo Andi Aris merespons positif upaya sosialisasi aplikasi ini ke warga Solo. Terutama ke pelaku UMKM. Sebab tidak sedikit UMKM terkendala soal pembukuan yang masih menerapkan konsep konvensional. Bahkan jamak ditemui cashflow-nya tercampur dengan keuangan pribadi.
"Nanti bisa kami kolaborasikan sosialisasi ini dengan platform media kami. Karena Jawa Pos Radar Solo tidak hanya media cetak, tapi juga bergerak di media digital. Ditambahkan lagi kami sering mengadakan event-event berskala besar. Jadi target sosialisasinya bisa lebih tepat sasaran," tandasnya. (aya/nik/dam) Editor : Damianus Bram