"Ke depannya, sewa rumah akan terbiasa dengan harga yang terus berubah. Memang dulu diawali dengan sentimen rencana pemerintah menaikkan NJOP, kemudian berdampak pada angka PBB. Itu jadi salah satu pemicunya," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo Totok Tavirijanto.
Selain itu, harga beli rumah juga dinilai semakin tinggi. Termasuk biaya material untuk membangun rumah. Mulai dari pasir, beton, batu bata, sampai tenaganya.
"Yang menarik lainnya, Solo sebagai kota pelajar membuat banyak sekali orang datang ke Solo. Jadi harga sewa makin naik. Ini juga mewarnai inflasi," sambungnya.
Ditambah lagi, masifnya event-event yang diselenggarakan di Solo. Tak hanya event lokal, tapi juga event berskala nasional yang mengumpulkan banyak massa. Alhasil, lanjut Totok, kamar hotel tidak mampu menampung.
"Ini barangkali perlu satu kajian untuk melihat lebih detail soal sewa yang diminati di Kota Solo. Apakah rumah, atau hanya kamar," tandasnya. (aya/bun/ria)
Editor : Syahaamah Fikria