RADARSOLO.COM - Teknologi kecerdasan buatan mulai bertebaran di sejumlah sektor. Sayangnya, paradigma koperasi tetap kerdil. Sebatas tempat meminjam uang.
“Faktanya, masyarakat hanya tahu koperasi itu tempat meminjam uang. Padahal kelebihannya banyak sekali. Mulai dari layanan pengelolaan keuangan, pendidikan, dan sebagainya. Karena itu, anggota dan pengurus harus lebih kooperatif,” tutur Pengelola Pusat Koperasi Kredit BK3D Surakarta Dewi Indaryani, Selasa (11/7/2023).
Tantangan koperasi lainnya adalah pinjaman bermasalah serta hadirnya lembaga pembiayaan lain hingga rentenir. Sebab itu, dibutuhkan edukasi kepada masyarakat keuntungan menjadi anggota koperasi.
“(Jadi anggota koperasi) jelas lebih aman dibandingkan bersinggungan dengan rentenir atau pinjaman online yang tidak jelas statusnya,” kata dia.
Terpisah, penasihat koperasi karyawan Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi Bening Madu Susilowati menilai, koperasi karyawan tidak banyak berbeda dengan koperasi lainnya. Hanya saja, cara pelunasan pinjaman bisa dipotong secara otomatis dari gaji.
“Anggota koperasi karyawan adalah mereka yang sudah diangkat sebagai karyawan tetap. Yang pasti (pengajuan pinjaman) jauh lebih aman dan menguntungkan dibandingkan rentenir atau pinjol,” ujar pengurus Dekopinda Kota Surakarta tersebut.
Perempuan yang kerap disapa Soesy itu mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penawaran pinjaman dengan berbagai kemudahan di luar nalar. Antara lain pinjaman tanpa syarat, tanpa bunga, dan seterusnya.
“Perlu rebranding agar koperasi makin dekat masyarakat,” ucapnya.
Rebranding koperasi itulah yang dilakukan Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Surakarta dengan masuk ke lini kegiatan generasi milenial. Di antaranya sekolah-sekolah.
Selanjutnya, koperasi yang sudah ada didorong untuk masuk ke kelompok-kelompok UMKM agar menjadi anggota koperasi. “Tahun ini kami sasar anak-anak muda dengan menggandeng beberapa SMK. Yang pasti kemajuan koperasi itu kunci kesejahteraan masyarakat,” imbuh Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Surakarta Wahyu Kristina. (ves/wa)
Editor : Damianus Bram