RADARSOLO.COM – Perum Bulog Cabang Surakarta mengintensifkan penyaluran beras SPHP (stabilitas pasokan dan harga pangan) ke masyarakat. Bulog masif mendistribusikan pasokan beras SPHP di sejumlah pasar tradisional dan retail. Ini dilakukan Bulog untuk menekan harga beras yang kian melambung.
Kepala Perum Bulog Cabang Surakarta Andy Nugroho mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau dan berkualitas. Pihaknya akan terus memonitoring harga beras melalui program Siap Jaga Harga Pasar (Sigap) dengan SPHP.
"Pendistribusian SPHP sebetulnya sudah dilakukan sejak awal tahun, namun mulai Agustus ini kami beri nama Gerakan Sigap SPHP. Kami gelontorkan beras SPHP di sejumlah pedagang, supaya masyarakat mudah mendapatkannya," tutur Andy Nugroho di sela-sela giat Sigap SPHP di Pasar Legi Solo, Senin (28/8).
Bersama Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa, Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Surakarta Nugroho Joko Prastowo, dan OPD terkait, Bulog menyalurkan 8 ton beras kualitas medium ukuran 5 kilogram (kg) di Pasar Legi Solo.
Andy mengatakan, pendistribusian juga akan berlangsung di pasar tradisional lainnya. Retail-retail modern juga akan menerima kucuran beras. Bulog memastikan bahwa ketersediaan stok mencukupi hingga akhir tahun. Meskipun produksi petani menurun karena kemarau, dia mengimbau agar masyarakat tidak panic buying.
"Stok beras dari Bulog untuk seluruh eks Karesidenan Surakarta ada di angka 16.800 ton. Cukup untuk kebutuhan hingga akhir tahun. Setidaknya sampai ketemu panen berikutnya," tuturnya.
Beras program SPHP diklaim memiliki harga lebih rendah dari harga pasar, yakni Rp 8.500 per kg atau Rp 47.000 per lima kilogram.
Pedagang dapat menjual kembali dengan harga tertinggi Rp 9.450 per kg. Ini tentu menjadi angin segar bagi konsumen, sebab harga beras kualitas medium di pasar rata-rata dijual Rp 11.000 per kg.
Disinggung terkait antisipasi dampak El Nino, Andy menuturkan pihaknya juga terus berupaya mengadakan beras dari berbagai pihak. Dia mengungkapkan, realisasi pengadaan gabah petani hingga saat ini sekira 19 ribu ton setara beras. Sementara untuk target telah mencapai 40 ribu ton.
"Pusat juga sudah ada back up tambahan beras impor, misalkan kalau memang diperlukan lagi," tutur Andy.
Dia tak memungkiri, efek domino dari kemarau panjang disertai fenomena El Nino menjadi pemicu menyusutnya produksi beras. Ini mengakibatkan harga beras merangkak naik.
"Penyaluran beras SPHP tujuannya untuk mengantisipasi dampak El Nino, khususnya terhadap kenaikan harga dan persediaannya di masyarakat ataupun di tingkat perdagangan maupun pengecer," imbuh dia.
Wawali mengapresiasi langkah Bulog dalam mengamankan bahan pokok dan mengatasi harga yang melonjak. "Pemerintah mengapresiasi upaya Bulog. Karena sigap mengendalikan harga. Kami juga akan selalu berkoordinasi untuk stabilisasi bahan pokok ini," tutur Teguh Prakosa. (ul/nik)
Editor : Damianus Bram