Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bisnis Properti di Solo Utara Ikut Terkerek

Maulida Afifa Tri Fahyani • Senin, 16 Oktober 2023 | 17:37 WIB
MASIH PROSES: Proses pembangunan overpass simpang Joglo yang tengah dikebut.
MASIH PROSES: Proses pembangunan overpass simpang Joglo yang tengah dikebut.

RADARSOLO.COM – Masifnya pembangunan infrastruktur di Kota Bengawan ikut mendorong pertumbuhan sektor hunian masyarakat. Tak terkecuali di wilayah Solo bagian utara. Dibangunnya Overpass Simpang Joglo dinilai akan mendongkrak pengembangan bisnis properti dalam meningkatkan prospeknya.

"Solo utara kini cukup potensial. Adanya perkembangan proyek di palang Joglo, otomatis akan terhindar kemacetan kedepannya. Yang biasanya kami lalu lalang macet, nantinya akan bisa lancar usai overpass selesai dibangun. Itu akan memperlancar semuanya, otomatis juga berdampak positif pada perkembangan properti di wilayah sekitarnya," ujarnya Ketua Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Solo Raya Maharani kepada Jawa Pos Radar Solo.

Maharani menyebut, saat ini harga rumah di wilayah Solo utara telah melonjak. Seperti rumah komersil di wilayah Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar yang mencapai Rp 300 an juta. Harga tersebut dipengaruhi tingkat fasilitas perumahan yang meningkat, seiring segera tercapainya aksesibilitas yang baik.

"Pembangunan itu bagus sekali strateginya. Adanya infrastruktur yang di pecah-pecah (lokasinya) itu membuat para investor lokal langsung ambil. Nah, kami juga mengejar ke sana. Itu yang juga kami persiapkan," imbuhnya.

Maharani mengatakan, tak hanya di wilayah Solo utara, perkembangan pesat pembangunan di Kota Solo beberapa tahun terakhir ikut menarik minat masyarakat untuk membeli hunian di Kota Solo dan sekitarnya. Seperti di Kabupaten Sukoharjo, total ada 7.000 unit properti rumah subsidi yang terdaftar di sistem Sireng.

"Di Sukoharjo saja sudah begitu banyaknya. Apalagi yang lain. Memang cukup meningkat perkembangannya, padahal kami menyiapkan Sukoharjo itu yang siap akad baru 3.000 unit saja," pungkasnya. (ul/nik)

Editor : Damianus Bram
#Bisnis Properti #solo #real estate indonesia #pembangunan infrastruktur #rei