Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sambut Hari Pangan Sedunia, Warga Serbu Gerakan Pangan Murah

Maulida Afifa Tri Fahyani • Selasa, 17 Oktober 2023 | 18:09 WIB
DISERBU: Proses pembelian komoditas dalam Gerakan Pangan Murah di halaman kantor Kelurahan Kadipiro, kemarin (16/10).
DISERBU: Proses pembelian komoditas dalam Gerakan Pangan Murah di halaman kantor Kelurahan Kadipiro, kemarin (16/10).

RADARSOLO.COM – Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2023 digelar di halaman kantor Kelurahan Kadipiro, kemarin (16/10).

Berbagai jenis kebutuhan pokok mulai dari beras, gula, minyak, telur, sayur, hingga ikan dijual murah di bawah harga pasar. Ratusan warga berbondong-bondong memburu komoditas yang diperlukan.

"GPM ini dalam rangka menyambut hari pangan sedunia. Untuk Kota Solo dipusatkan di Kelurahan Kadipiro. Ini merupakan kegiatan keempat, yang mana rencana dilakukan sebanyak enam kali di tahun ini," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta Eko Nugroho Isbandijarso, kemarin.

Pemerintah serentak menggelar GPM di 256 titik seluruh Indonesia. Di Kota Solo, Bulog bersama beberapa perusahaan swasta terlibat dan ikut menyediakan komoditas pangan murah. Di antaranya seperti beras SPHP seharga Rp 51.000 per lima kg dan telur seharga Rp 21.000 per kg. Selain itu, juga ada gula pasir seharga Rp 14.500 per kg dan minyak kualitas premium di harga Rp 17.000 per liter.

"Selain GPM, dalam upaya menangani lonjakan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, kami juga telah melaksanakan operasi pasar. Dilakukan di 40 kelurahan dari 56 kelurahan rencananya," tambah Eko.

Terpisah, Pimpinan Bulog Cabang Solo Andy Nugroho mengatakan, GPM memberi akses masyarakat mendapatkan komoditas pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Sebanyak 30 ton beras pihaknya gelontorkan untuk GPM yang ada di eks Karesidenan Surakarta.

"Utamanya untuk mengantisipasi harga pangan karena banyak komoditas yang dijual murah. Selain itu, juga menekan harga beras. Harapannya lebih banyak masyarakat bisa mengakses dan menikmati bahan pangan murah. Agar tujuan akhirnya, harga beras bisa terkendali," ujar dia.

Sementara itu, salah seorang warga asal Gilingan, Sri Wahyu tampak senang usai mendapat bahan pangan yang dibutuhkan. Sri merasa terbantu dengan adanya GPM. Sebab harga beras yang tak kunjung turun di pasaran.

Sambil menenteng dua pack beras SPHP, empat pack minyak goreng, telur, dan gula. Sri berharap harga beras segera kembali normal dan stabil.

"Saya beli komplet. Semoga pemerintah terus mengadakan pasar murah seperti ini. Karena memang harga bahan pokok di pasar mahal. Ini cukup membantu kebutuhan rumah tangga saya," ucapnya. (ul/nik)

Editor : Damianus Bram
#hari pangan sedunia #Gerakan Pangan Murah #kebutuhan pokok #kelurahan kadipiro