RADARSOLO.COM-Generasi Z yang ingin merencanakan masa depan, tak ada salahnya mencoba berinvestasi. Lalu bagaimana dengan newbie atau pemain baru yang dananya pas-pasan.
Tenang, kini ada investasi mudah dan hemat dengan emas digital.
Bentuk investasi saat ini sangat beragam, tak sekadar saham dan deposito. Contohnya obligasi, asuransi, reksadana, properti, bergerak (mobil dan motor), crypto, hingga emas.
Investasi emas kian jadi primadona di kalangan masyarakat, tak terkecuali generasi Z alias milenial.
Bahkan investasi jenis ini terus dikembangan secara digital, sesuai arus perkembangan zaman. Namanya emas digital, yang praktis, mudah dilakukan, dan tak harus merogoh kocek terlalu dalam.
“Generasi muda kan trennya apapun serba digital. Itu disukai mereka yang rentang usianya 20-40 tahun. Tapi untuk usia di atasnya, cenderung berinvestasi secara konvensional,” ungkap pakar ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Bhimo Rizky Samudro.
Dibandingkan investasi konvensional, emas digital memiliki banyak kelebihan. Di antaranya kualitas terjaga, mengingat banyak beredar emas fisik palsu di pasaran. Kemudian emas digital bisa ditukar dengan fisik.
Selain itu, kita tak perlu repot datang ke toko karena investasi bisa dilakukan via hanphone. Kemudian harga emas selalu update di aplikasi yang digunakan.
Bahkan emas digital jauh lebih variatif, baik besaran karatase, gramasi, termasuk harganya. Sehingga anak-anak muda sekarang dimudahkan dalam berinvestasi, meski modal yang dimiliki cekak.
“Dilihat kapasitas daya belinya, (anak muda) itu rata-rata tidak sebesar orang-orang yang memasuki fase produktif atau usia 40-50 tahun. Jadi bisa dikatakan investasi emas digital cocok untuk mereka,” imbuh Bhimo.
Kelebihan lainnya, lanjut Bhimo, investasi emas digital lebih efisien dan aman. Tak perlu khawatir seperti investasi emas batangan, yang memerlukan tempat penyimpanan dan kebutuhan lainnya.
Di sisi lain, investasi emas menurut Bhimo adalah pilihan tepat bagi masyarakat yang awam terkait literasi keuangan. Apalagi harga emas jauh lebih stabil dan minim risiko.
“Dilihat dari sisi kestabilan (harga), ya jelas emas dan properti. Tapi kalau properti biasanya masih dipengaruhi lokasi dan sebagainya. Kalau investasi aset bergerak seperti kendaraan, saya menilainya lebih ke artifisial. Menurut saya lebih prospek emas dan properti,” bebernya.
Namun tak dipungkiri, sistem pencairan uang dalam investasi properti lebih lama. Tidak seperti emas yang lebih mudah dan cepat, ketika kita membutuhkan uang untuk kebutuhan mendesak.
“Saya sarankan anak-anak muda mulai berinvestasi emas digital untuk masa depan. Karena itu sesuai karakter mereka. Tinggal buka akun dan cari instrumen investasi, termasuk harga yang sesuai kapasitas. Dan itu sistemnya seperti tabungan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Galeri 24 Pegadaian Indah Susiani menyebut emas merupakan solusi tepat dalam berinvestasi.
Masyarakat dimudahkan dalam memilih beragam ukuran dan jenis emas untuk investasi. Baik perhiasan, logam mulia, emas batangan, dan lainnya. Bahkan investasi bisa dilakukan dengan mencicil, menabung, hingga arisan.
“Menabung atau investasi emas itu cicilannya sesuai akad di awal. Jadi terus ada nilai tambahnya selama beberapa tahun ke depan. Karena emas akan selalu naik harganya. Tidak perlu banyak biaya dan ribe. Investasi emas digital pilihan tepat, tapi harus melalui platform yang aman dan terjamin,” paparnya. (ul/adi)
Editor : Tri Wahyu Cahyono