RADARSOLO.COM – Rentetan peristiwa yang terjadi dalam rentang waktu satu tahun terakhir telah mempengaruhi angka inflasi di Kota Bengawan.
Tercatat tahun lalu, inflasi di Solo mencapai 3,20 persen secara year on year (yoy). Angka tersebut telah melampaui inflasi secara provinsi maupun nasional.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo Ratna Setyowati mengatakan, meski nilai inflasi Solo tinggi, namun diklaim lebih landai dari dua tahun sebelumnya.
"Inflasi di Desember 2023 masih lebih rendah dibanding awal 2023. Dan sejauh ini, angka angka inflasi 2023 ini juga lebih rendah dari akhir 2021 dan 2022. Artinya pengendalian inflasi di Kota Solo telah menunjukkan hasil yang lebih baik," terang Ratna di Kantor BPS Solo, Selasa (2/1).
Ratna menyebut, berdasarkan beberapa kelompok pengeluaran tidak ada yang deflasi. Sementara kestabilan harga hanya ada di tiga kelompok, dan lainnya mengalami inflasi.
Di mana inflasi tertinggi terjadi di kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yakni sebesar 0,61 persen.
"Kemudian disusul kelompok transportasi yang juga andil sebanyak 0,26 persen" imbuhnya.
Lebih lanjut Retno menambahkan, terjadi El Nino dalam tahun lalu masih menjadi faktor beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.
Seperti cabai merah, air kemasan, bawang merah, tomat, hingga pesawat udara.
"Kemudian, beras, daging ayam, buncis, ternyata itu malah menjadi penyumbang deflasi. Artinya kami bisa mengontrol harga beras dan daging ayam ras yang beberapa waktu ini sempat naik. Meski harga pakan ternak itu di beberapa daerah juga mulai terdampak," pungkas Ratna. (ul/nik)
Editor : Damianus Bram