Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Beras di Sejumlah Retail Melompong, Bulog Siapkan SPHP Beras Premium

Maulida Afifa Tri Fahyani • Jumat, 16 Februari 2024 | 21:43 WIB
Stok beras premium nampak kosong di salah satu retail modern di kota Solo, Jumat (16/2/2024)
Stok beras premium nampak kosong di salah satu retail modern di kota Solo, Jumat (16/2/2024)

RADARSOLO.COM - Stok beras premium mulai langka di sejumlah retail modern di Kota Solo.

Berdasarkan pantauan RadarSolo.com, Jumat (16/2/2024), komoditas beras berbagai merek tampak melompong di Transmart Pabelan.

Sisi lain, pasokan beras di dua retail yang berada di Serengan dan Banjarsari juga sama. Rak-rak beras terlihat kosong.

Bahkan, satu retail diantaranya nampak hanya tersedia beras jenis porang seharga Rp 196 ribu per kemasan.

"Stok beras kami kosong sudah sejak satu bulan lalu," kata salah seorang karyawan retail.

Seperti diberitakan sebelumnya, fluktuasi harga beras memang tengah terjadi di pasar tradisional Kota Solo.

Pimpinan cabang Bulog Solo, Andy Nugroho mengatakan, kenaikan tersebut karena produksi beras yang menurun. Menyusul mundurnya masa panen raya petani lokal.

Satu sisi, Andy mengamini bahwa fluktuasi itu membuat pasokan beras premium di retail ikut terdampak.

"Yang jadi kendala teman-teman pengusaha retail saat ini memang masalah stok penjualan beras premium. Itu juga dipengaruhi kenaikan biaya produksi karena harga gabah sekarang juga naik," kata Andy saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Lebih lanjut, Andy menguraikan, saat ini harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani telah menyentuh angka Rp 8.000/kg.

Menurutnya, hal itu membuat pengusaha retail kalang kabut untuk menentukan harga jual. Karena beras premium dibatasi Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pemerintah.

"Pengusaha dalam menjual kan pasti memperhitungkan harga bahan baku, biaya produksi, biaya lain, serta margin sehingga terbentuk harga jual. Nah disini teman-teman retail yang kesulitan menentukan harga jual karena gap tingginya biaya produksi tidak memenuhi keuntungan mereka, apalagi mereka dibatasi HET," jelas Andy.

Di samping itu, minimnya supply produksi beras juga membuat pengusaha kesulitan memasok stok.

Namun begitu dia memastikan komoditas beras tetap ada di sejumlah pasar tradisional. Meskipun harganya memang tengah melejit saat ini.

"Untuk di retail inilah yang coba kami isi. Kami berencana untuk mengadakan SPHP jenis beras premium. Supaya menekan harga dan peritel ini bisa jual sesuai range HET," ungkap Andy.

Andy menyebut, saat ini program SPHP beras premium itu tengah dilakukan koordinasi dengan sejumlah pengusaha retail.

Dia memastikan, program tersebut segera terlaksana. Untuk menjaga pasokan dan menekan fluktuasi harga beras jenis premium.

"Kalau yang selama ini sudah berjalan dari Bulog kan SPHP medium. Nah kualitas premium ini juga akan kami masukkan untuk menjaga ketersediaan pasokan," jelas Andy.

"Supaya nanti ketika penggilingan swasta ada kendala untuk supply, stok beras dari buloh selalu ready baik yang medium maupun premium," lanjutnya.

Andy juga berharap, masyarakat bersabar dan tidak perlu panik dalam menanggapi kelangkaan beras. Dia menjamin pasokan beras mencukupi. Dimana saat ini tersedia sekitar 12.000 ton di gudang Bulog Surakarta.

"Pasokan kami aman. Meski mundur, tapi stok beras di bulog tersedia hingga panen raya berikutnya," ujarnya. (ul)

Editor : Damianus Bram
#retail modern #pasokan beras #beras premium #bulog solo #harga beras