RADARSOLO.COM - Menuju satu dekade Syariah Hotel Solo, manajemen hotel telah merampungkan serangkaian kegiatan Road to Milad ke-10 tahun pada akhir pekan lalu, Sabtu (2/3).
Ada tiga kegiatan sosial atau charity yang diselenggarakan.
Mulai dari coaching clinic dan live cooking bersama Kecamatan Kartasura, donor darah serta penyerahan santunan ke Pondok Pesantren Ubay Bin Ka’ab di Boyolali.
Ketiga kegiatan tersebut sukses merepresentasikan tagline milad kali ini, 1 Dekade Syariah Hotel Solo: Berdaya, Bersama, Berjaya!
“Harapannya, slogan ini menjadi awal bangkit Syariah Hotel Solo menuju kejayaan bisnis, sekaligus eksistensinya dapat bermanfaat untuk seluruh stakeholders,” ungkap Ketua Pelaksana Milad Syariah Hotel Solo, Prasetyo Nugroho.
Prasetyo menyebut, tepat pada 11 Maret mendatang, genap satu dekade Syariah Hotel Solo berdiri.
Di usia ke-10 tahun ini, hotel bersiap lepas landas menuju kejayaan.
Manajemen hotel pun terus berbenah di berbagai lini.
Tujuannya, mempertahankan eksistensi Syariah Hotel Solo sebagai hotel berkonsep syariah terbesar di Tanah Air.
Sekaligus memberikan manfaat dan profit kepada seluruh stakeholders.
“Pemilihan tema milad kali ini adalah upaya kami mewujudkan target tersebut. Kata berdaya, bersama, berjaya ibarat mantra yang selalu kami gaungkan," papar Prasetyo.
"Sebab, tanpa sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi dan tanpa kebersamaan atau kolaborasi, kejayaan bisnis tidak akan bisa mudah diraih,” sambungnya.
Poin penting yang menjadi fokus manajemen, lanjut Prasetyo, adalah kolaborasi.
Itu sebabnya dalam salah satu rangkaian kegiatan Road to Milad, hotel menggandeng Kecamatan Kartasura. Dalam hal ini adalah pelaku UMKM dan kader PKK.
Kolaborasi itu diwujudkan dalam event coaching clinic tata sajian dan live cooking jajanan pasar di Al Kautsar Resto, Rabu (28/2).
Sementara itu, kegiatan charity lainnya seperti donor danar digelar pada Kamis (29/2) di Kampoeng Ikan, salah satu outlet milik Lorin Hotels Group Solo.
Masih dalam rangkaian kegiatan Road to Milad, juga digelar kunjungan ke Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ubay Bin Ka’ab, Simo, Boyolali, Sabtu (2/3).
Dalam kunjungan tersebut, selain menyambung tali silaturahmi, manajemen memberikan sejumlah santunan untuk para santri.
“Milad tahun lalu, kami pernah ke Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ubay Bin Ka’ab ini. Jadi antara Syariah Hotel Solo dengan pondok ini sudah punya kedekatan," ujar Executive Assistant Manager Syariah Hotel Solo, Joko Susilo.
Menurut dia, hal itu juga sebagai bentuk kolaborasi.
"Semoga di milad tahun-tahun berikutnya, kami bisa senantiasa berkunjung ke pondok dan memberri bantuan untuk santri,” ujar Joko.
Sebagai informasi, saat ini tercatat ada 23 santri yang menimba ilmu di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ubay Bin Ka’ab.
Pondok ini memiliki tiga keunggulan yang fokus pada pelatihan olahraga yang paling disukai Rasulullah.
Yakni, berenang, berkuda, dan memanah.
Keahlian para santri di tiga olahraga tersebut tidak perlu diragukan lagi.
Beberapa santri bahkan sering naik podium dan membawa pulang piala di sejumlah kompetisi. (*/ria)
Editor : Syahaamah Fikria