Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kukuhkan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Desa, BSI Kenalkan Ekosistem Keuangan Syariah di Desa Karang Karanganyar

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 4 April 2024 | 21:10 WIB
Regional CEO BSI Semarang Ficko Hardowiseto (kiri) serahkan secara simbolis EDC BSA (BSI Smart Agen) kepada Devi pemilik Toko Sumber Alam di Karang, Karangpandan, Karanganyar, Rabu (3/4/2024).
Regional CEO BSI Semarang Ficko Hardowiseto (kiri) serahkan secara simbolis EDC BSA (BSI Smart Agen) kepada Devi pemilik Toko Sumber Alam di Karang, Karangpandan, Karanganyar, Rabu (3/4/2024).

RADARSOLO.COM-Mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah menjadi komitmen PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. (BSI)D

engan semangat tersebut, BSI ikut serta dalam acara peluncuran program Desa Inklusif Keuangan Karang Handal (Harmoni, Inklusif, Indah dan Halal).

Dipusatkan di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) setempat.

RCEO BSI Semarang Ficko Hardowiseto mengatakan, program yang digelar, Rabu (3/4/2024) ini dirancang untuk memberikan akses keuangan yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat desa.

“Dengan peningkatan inklusi keuangan syariah di desa, tujuan utama kami pada akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan mereka melalui akses keuangan yang diperlukan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi,” jelas Ficko.

Acara ini juga disemarakkan berbagai kegiatan. Termasuk edukasi serta literasi tabungan dan QRIS oleh BSI, talkshow literasi keuangan oleh BI, OJK, BSI, dan BEI, serta Bazar Ramadhan.

Melalui acara ini, BSI tidak hanya menghadirkan akses keuangan yang mudah dan terjangkau. Tetapi juga memberikan pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip keuangan syariah kepada masyarakat desa.

Lewat edukasi interaktif, BSI memperkenalkan penggunaan QRIS dalam transaksi nontunai kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta warga desa.

Dalam Bazar Ramadhan yang menjadi bagian dari acara tersebut, masyarakat diajak menggunakan QRIS dalam pembelian takjil dan berbagai produk lainnya.

Itu sebagai upaya membuka jalan menuju budaya transaksi yang lebih modern dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.

“Dengan memanfaatkan teknologi QRIS, masyarakat dapat melakukan transaksi keuangan secara efisien dan aman sesuai prinsip-prinsip syariah," jelas Ficko.

"Momentum Ramadhan menjadi kesempatan yang strategis bagi BSI untuk memperkenalkan konsep pembayaran nontunai,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di Desa Karang, BSI juga memperkenalkan konsep ekosistem Islam.

Terkait dengan pengenalan ekosistem Islam, BSI menekankan empat program utama yang menjadi pijakan utama dalam upaya mencapai tujuan tersebut.

Pertama, Program “Karang Menabung” yang dirancang untuk membantu masyarakat memperkuat kebiasaan menabung.

Mereka dikenalkan dengan Tabungan Easy yang dapat digunakan untuk merencanakan dan mengelola keuangan secara lebih terstruktur.

Kedua, kata Ficko, program “Karang Berhaji”. Melalui program ini, BSI mendorong masyarakat menyisihkan pendapatan guna perencanaan ibadah haji sejak dini.

“Dengan tingginya masa tunggu haji di Karanganyar yang mencapai 32 tahun, program ini diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan dan mempersiapkan diri dengan lebih baik,” ungkapnya.

Ketiga, program “UMKM Handal”. Menawarkan bantuan dalam literasi, kurasi, serta penguatan modal dan manajemen keuangan digital bagi pelaku UMKM di desa tersebut.

Melalui penggunaan teknologi seperti QRIS, KUR, dan BSI Smart Agen, diharapkan UMKM dapat meningkatkan daya saing dan mengoptimalkan potensi usaha mereka.

Terakhir, program “Masjid Berdaya” yang bertujuan memperkuat fungsi masjid tidak hanya secara spiritual, tetapi juga ekonomi.

“Program literasi dan inklusi keuangan serta pengenalan ekosistem Islam bagi masyarakat Desa Karang direncanakan berlangsung selama satu tahun penuh," ujarnya.

"Kami bertekad menguatkan literasi keuangan masyarakat Desa Karang menjadi pusat inklusi keuangan di Kabupaten Karanganyar,” pungkas Ficko. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#karanganyar #Desa Karang #keuangan syariah #QRIS #ekosistem #BSI