RADARSOLO.COM – Sejumlah pedagang di event rutinan Solo Night Market Ngarsopuro kebanjiran berkah selama musim libur Lebaran 2024. Omzet mereka melejit. Diproyeksikan mencapai Rp 361,4 juta dalam pelaksanaannya minggu lalu.
Ketua Paguyuban Pedagang Night Market Ngarsopuro Solo Engkur Kurniadi mengatakan, event rutin ini memang dihelat selama empat hari untuk menyambut long weekend Lebaran. Yakni mulai Kamis hingga Minggu (11-14/4).
"Solo Night Ngarsopuro hadir setiap hari Jumat dan hari Sabtu. Namun, pada kesempatan event lebaran kami buka dengan tambahan dua hari yaitu Kamis dan Minggu. Sehingga buka berturut-turut dan mencatatkan nilai omzet signifikan," ucap Engkur.
Engkur mengungkapkan, pencapaian omzet tertinggi terjadi pada 12 April alias H+2 Lebaran. Menyentuh total Rp 141.951.000 dalam sehari.
Tingginya omzet, kata Engkur, juga berlanjut pada hari-hari berikutnya. Yakni 13 April mencatatkan sebesar Rp 105 juta dan 14 April sebanyak Rp 84,5 juta.
"Ini merupakan rekor tertinggi omset mencapai Rp 141,9 juta. Angka ini melebihi rekor sebelumnya yaitu pada tanggal 23 Desember 2023 pada momen Natal dan tahun baru yang omzetnya mencapai Rp 128,9 juta," ujarnya.
Engkur mengapresiasi, upaya pelaku UMKM yang tetap semangat berjualan selama long weekend Lebaran. Meski sempat mengalami kendala cuaca hujan dalam satu hari pelaksanaannya. Namun para pedagang, kata Engkur, antusias menyambut wisatawan yang berkunjung di Solo.
Daya beli wisatawan yang rata-rata diwarnai para pemudik juga meningkat selama libur Lebaran, sehingga mendorong peningkatan omzet pedagang.
Tercatat, berbagai jenis pelaku usaha UMKM mengikuti helatan Solo Night Ngarsopuro edisi Lebaran. Meliputi 107 pelaku usaha fesyen, 52 pedagang kerajinan (craft), serta 47 pedagang kuliner.
"Kami bersyukur ada kenaikan omzet. Diharapkan Solo Night Market tetap eksis di kalangan masyarakat dan wisatawan, menjadi event rutin yang digelar di Koridor Gatsu dan Ngarsopuro tiap Jumat dan Sabtu malam," tukas Engkur. (ul/nik)
Editor : Niko auglandy