RADARSOLO.COM- Berprofesi sebagai guru SMP tidak menghalangi Endang Utari, 52, menyalurkan hobinya memasak.
Bahkan kini usahanya membuat kue kembang goyang yang dijalani puluhan tahun telah berbuah manis.
Produknya yang melewati tahapan kurasi telah berhasil dipasarkan di 50 outlet Alfamart pada wilayah Kabupaten Klaten.
Perjalanan Endang hingga produknya berhasil tembus lewat ritel besar seperti Alfamart cukup panjang.
Walau berliku tetapi tidak mudah menyerah untuk terus memasarkan kembang goyang tersebut. Satu hal yang terus dipegangnya yakni komitmen menjaga kualitas produk.
Kembang goyang merupakan kue tradisional yang bahan utamanya dari tepung terigu, pati, gula dan santan. Bentuknya mirip dengan kelopak bunga atau kembang.
Sedangkan dalam proses produksinya terdapat bagian yang digoyang-goyangkan hingga adonan terlepas dari cetakan.
Endang menceritakan usaha memproduksi kembang goyang bermula saat dirinya bertandang ke Kediri, Jawa Timur dan disuguhi cemilan .
Saat dicoba, Endang langsung menyukainya karena dinilai enak. Dirinya lalu mencoba membuat produk kembang goyang itu dengan inovasi resep yang diciptakannya.
Hingga memberanikan diri untuk memproduksi secara rutin. Diawali mengolah 1 kilogram (kg) tepung terigu per harin.
Termasuk menjajakan produk kembang goyang dengan keliling menggunakan sepeda motor dan menitipkan produk ke sejumlah toko yang tersebar di Kota Solo dan Jogjakarta.
Namun, pandemi Covid-19 membuat usaha Endang berhenti selama enam bulan.
"Padahal kala itu bisa mengolah 6 Kg tepung terigu per hari untuk membuat kembang goyang,” ujar Endang ditemui radarsolo.com di rumah produksinya di Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten.
Tak menyerah, Endang mencoba bangkit memulai usaha membuat kembang goyang dengan dua tenaga kerja.
Sebagai informasi, mengolah bahan 1 Kg tepung terigu bisa menghasilkan 10 pack. Sedangkan satu pack berisikan 30 biji kue kembang goyang.
Adapun satu pack kembang goyang dalam kemasan 300 gram dibanderol Rp 24 ribu.
Saat ini pemasarannya melalui toko roti dan swalayan yang tersebar di Solo, Jogja, Sragen, Karanganyar, Boyolali, Salatiga dan Semarang.
Menariknya, khusus pemasaran di Klaten sudah tersebar di 50 outlet Alfamart pada wilayah Kabupaten Klaten.
Awal mula produknya tembus ke Alfamart saat melihat sejumlah produk UMKM tampil pada rak di salah toko modern berjejaring tersebut.
Hingga akhirnya mencoba mencari informasi cara agar produk kembang goyangnya juga bisa ada di Alfamart.
Yaitu dengan datang ke Kantor Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Klaten.
Saat itu, Endang memperoleh informasi akan ada tahapan kurasi produk dari pihak Alfamart. Hingga akhirnya mempersiapkan produknya dalam kemasan untuk diikutsertakan dalam kurasi tersebut.
“Saya akui kurasi produk yang dilakukan pihak Alfamart begitu ketat. Dikarenakan produknya harus disertakan P-IRT dan bersertifikat halal yang sebelumnya sudah kami miliki semuanya. Benar-benar di cek, termasuk mengikuti beberapa tahapan hingga akhirnya bisa lolos kurasi,” papar dia.
Awalnya, Endang diminta untuk menyetorkan enam produk kembang goyang dalam kemasan 100 gram untuk setiap outlet.
Jadi total keseluruhan terdapat 300 produk kembang goyang dalam kemasan untuk 50 outlet.
Setiap kemasan berisikan 10 biji kue kembang goyang yang dibanderol Rp 11 ribu.
“Tentunya ada rasa bangga produk kembang goyang bisa masuk ke Alfamart. Ternyata produk saya juga tidak kalah dengan produk keluaran pabrik," ungkap dia.
Endang mengaku dengan masuknya kembang goyang ke Alfamart membuat produknya semakin dikenal luas. Terlebih lagi dirinya harus menyetorkan 50 produk kembang goyang dalam kemasan untuk setiap dua bulan ke 50 outlet Alfamart di Klaten.
Dia berharap kepada pelaku UMKM lainnya di Klaten apabila produknya ingin bisa masuk ke Alfamart harus mengikuti perkembangan.
Mulai terkait perizinan seperti P-IRT hingga sertifikat halal. Mengingat hal itu menjadil syarat yang ditentukan untuk bisa masuk ritel besar seperti Alfamart.
“Ikuti saja prosedur yang ada. Apabila sudah mendapatkan (P-IRT dan sertifikat halal) jangan sampai mengganti bahan baku. Tetap menjaga kualitas. Yang pasti Alfamart mendukung berkembangnya UMKM,” ujar Endang. (ren/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono