RADARSOLO.COM - Bandara Adi Soemarmo resmi merubah statusnya dari bandara internasional menjadi bandara domestik. Hal itu menyusul Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31/2024 (KM 31/2024) tentang Penetapan Bandar Udara Internasional.
Menanggapi perubahan kelas tersebut, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Erick Rofiq Nurdin angkat bicara. Erick memastikan, tidak ada perubahan signifikan terhadap fasilitas maupun standar pelayanan yang telah ditetapkan di Bandara Adi Soemarmo.
Termasuk pada layanan penerbangan internasional Solo-Jeddah. Rute penerbangan umrah tersebut masih bisa dioperasikan oleh maskapai, sesuai mekanisme dan persyaratan yang berlaku.
"Prinsipnya fasilitas dan prasarana yang ada di Bandara Adi Soemarmo masih sama dan bisa untuk melayani penerbangan internasional. Apabila ada rencana penerbangan yang sifatnya internasional muncul di Solo, maka ada mekanisme yang harus diikuti oleh maskapai," kata Erick saat Konferensi Pers, Rabu (8/5/2024).
Erick menjelaskan, berubahnya status Bandara Adi Soemarmo bukan berarti menurunkan standar pelayanan. Pengurangan jumlah bandara internasional oleh pemerintah dinilai akan membangun konektivitas udara, agar berjalan lebih efektif dan efisien.
Penerbangan umrah charter flight sebagaimana yang telah dijalankan beberapa maskapai dari Solo, masih bisa dimanfaatkan masyarakat. Namun, operator maskapai, kata Erick, harus memenuhi mekanisme tertentu yang berlaku.
Lebih lanjut, Eric juga menyebut, meski bandara telah resmi berganti kelas. Namun Adi Soemarmo tetap melaksanakan penerbangan haji untuk tahun ini. Hal ini menyusul Keputusan Menteri Agama Nomor 152 Tahun 2024 tentang Embarkasi dan Debarkasi Tahun 1445 H/2024 M.
"Penerbangan dengan keperluan tertentu masih bisa dijalankan tapi melalui mekanisme tertentu. Jadi sebenarnya kami masih bisa melakukan penerbangan internasional namun prosesnya saja yang berbeda," imbuh Erick.
Sementara itu, Airport Operation, Services, and Security Senior Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Nyoman Dedy Yuliantara menguraikan, trafik penerbangan di bandara sampai saat ini masih dilayani oleh enam maskapai. Diantaranya Batik Air, Lion Air, Super Air Jet, Garuda Indonesia, Nam Air, dan Citilink.
Dengan total lima penerbangan domestik dan satu penerbangan internasional. Adapun untuk penerbangan internasional tersebut dilayani oleh maskapai berupa charter flight rute umrah Solo-Jeddah.
"Operating sistem yang akan kami lakukan untuk penerbangan domestik prinsipnya tidak kami ubah meski berganti status. Bandara masih beroperasi 12 jam," ujar Dedy. (ul/nik)
Editor : Niko auglandy