Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Archipelago International Menjaga Akar Budaya dan Keramahan Khas Masyarakat Asia

Maulida Afifa Tri Fahyani • Rabu, 22 Mei 2024 | 17:07 WIB
Tamu hotel memilih aneka menu olahan buntut sapi di Cinnamon Restaurant The Alana Hotel & Convention Center Solo.
Tamu hotel memilih aneka menu olahan buntut sapi di Cinnamon Restaurant The Alana Hotel & Convention Center Solo.

RADARSOLO.COM — Archipelago International sukses menjadi grup manajemen hotel swasta terbesar di Asia Tenggara. Hal ini karena Archipelago terus berinovasi memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berubah, dengan tetap menjaga akar budaya dan keramahan Asia.

Archipelago International mampu bertahan hingga saat ini dan mengembangkan bisnis hingga ke sejumlah negara. Seperti wilayah Timur Tengah, Karibia, Oseania, dan Afrika. Selain itu, berbagai merek hotel naungan Archipelago juga banyak memenangkan berbagai penghargaan dan mengungguli jaringan hotel internasional lainnya. 

Senior director, corporate communication & PR Sari Kusumaningrum mengatakan, Archipelago International merupakan grup perhotelan yang beridiri sejak 1997. Memasuki usia 27 tahun ini, berbagai inovasi dan program telah pihaknya jalankan. Termasuk memperluas jaringan bisnis ke seluruh wilayah Indonesia.

"Archipelago merupakan perusahaan Indonesia, berdiri sejak 1997 oleh John Flood dengan berbagai brand hotel yang telah berkembang. Khususnya hotel dengan bintang dua, tiga, dan empat," terang Sari saat Media Gathering di Alana Hotel, Senin malam (21/5).

Berbagai brand ternama naungan Archipelago diantaranya Aston, Huxley Hotels, Alana Hotel, Kamuela Villas, Harper, Aston Collection Hotels, Quest, Hotel Neo, Favehotel, dan sebagainya.

Sari menyebut, lebih dari 190 hotel tersebar hampir seluruh dunia. Pengembangan Hotel Archipelago International diantaranya seperti di Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kuba, Meksiko, Republik Dominika, Arab Saudi, Australia, Spanyol, Irlandia, dan akan buka di Dubai.

"Selain itu kami juga memiliki konektivitas dan distribusi kepada hotel-hotel yang tidak kami managed namun masih powered by Archipelago. Seperti hotel syariah, yang mungkin membutuhkan revenuw management yang baik kami akan bantu dengan menaikkan adventure pelanggan dan distribusinya," terang Sari.

Archipelago menjadi salah satu grup perhotelan terbesar di Indonesia. Terbukti perusahaan ini berada di urutan 42 sebagai grup perhotelan terbaik dunia, mewakili Indonesia.

Selama beberapa terakhir, Sari menyebut telah banyak program yang dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan dan pengalaman konsumen.

"Dua tahun ini kami giat menggelar kegiatan food festival. Selain itu, kami juga menggandeng chef-chef dari seluruh hotel naungan Archipelago untuk membantu upskilling mereka. Ada program black box untuk kompetisi pada executive chef dan program young chef challenge," jelas Sari.

Selain aktif dalam berbagai pengembangan program. Archipelago turut mewujudkan CSR sosial dengan memberi bantuan kepada rumah singgah anak-anak pengidap kanker di Surabaya. Serta berbuka puasa bersama masyarakat kurang mampu saat Ramadan.

Demi meningkatkan pelayanan hotel yang lebih inklusif, Archipelago turut menginisiasi fasilitas berenang di pantai bagi penderita disabilitas. (ul/nik)

Curhatan Jafri Nichol di X. Dia curhat kena tikung.
Curhatan Jafri Nichol di X. Dia curhat kena tikung.
Editor : Niko auglandy
#alana #hotel #csr #archipelago