RADARSOLO.COM - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat stok biosolar di Solo Raya jelang Idul Adha tahun 1445 Hijriyah atau 2024 Masehi. Kebijakan ini untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho mengatakan, penambahan penyaluran biosolar dilakukan sekitar 5 persen dari penyaluran rata-rata harian fuel terminal ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sebanyak 1.248 kiloliter penyaluran biosolar dilakukan di SPBU-SPBU Solo Raya, mulai Sabtu (15/6).
“Penambahan penyaluran tersebut akan dilakukan selama beberapa hari ke depan untuk memperkuat ketahanan stok Biosolar di Solo Raya,” kata Brasto.
Brasto menambahkan, Pertamina terus memantau penyaluran Biosolar di SPBU-SPBU Solo Raya. Menurutnya dari hasil pemantauan, stok Biosolar di SPBU tersedia dan antrian normal.
"Ketahanan stok di Biosolar di Fuel Terminal Boyolali juga dalam kondisi aman, yaitu mendekati angka 10 hari (belum termasuk stok di kilang dan kapal),” imbuh Brasto.
Menanggapi pernyataan Manajer SPBU Jurug Edy Kistoro terkait sistem auto scheduling yang dimuat dalam berita di Radar Solo pada Sabtu (15/6), Brasto menyebutkan bahwa pihaknya telah mengganti sistem secara manual karena ada kendala pada tahap uji coba sistem auto scheduling di Fuel Terminal Boyolali.
“Kami juga mengklarifikasi bahwa biosolar di SPBU Jurug disebutkan habis di pemberitaan Radar Solo pada Sabtu (15/6). Dapat disampaikan bahwa SPBU tersebut mendapatkan sanksi berupa tidak dipasoknya biosolar karena tim kami beberapa kali hendak mengecek CCTV penyaluran biosolar di sana namun tidak dapat dilakukan karena berbagai alasan yang dikemukakan pihak SPBU,” ungkapnya.
Brasto menyebutkan bahwa CCTV merupakan sarana pengawasan yang vital untuk penyaluran Biosolar di SPBU agar penyaluran dapat diawasi sesuai peraturan dan tidak disalahgunakan.
“Silakan dapat membeli biosolar di SPBU terdekat lainnya. Kami juga mengimbau konsumen pengguna kendaraan diesel yang mampu untuk menggunakan BBM nonsubsidi, seperti Pertamina Dex dan Dexlite,” kata dia. (ul/bun)
Editor : Kabun Triyatno